Sunday, November 18, 2012

Review : Breakfast at Tiffany's ( 1961 )

BREAKFAST AT TIFFANY'S
Starring : Audrey Hepburn, George Peppard, Buddy Ebsen, Martin Balsam
Directed by Blake Edwards
Written By: Truman Capote, George Axelrod

Based on novel by Truman Capote

























Perjalanan saya menjelajahi masa lalu, akhirnya mengantarkan saya sampai pada dekade 1960an. Sebuah Era dimana perang dingin yang menjadi semakin dingin, John Kennedy dan Lyndon Johnson memenangi pemilu Amerika dengan jumlah perbedaan terkecil dalam sejarah, Hugh Hefner membuka klub playboy nya yang pertama di Chicago, The Flinstone yang tayang pertama kali di televisi, dan tentu saja Audrey Hepburn dengan Breakfast at Tiffany's nya, salah satu film klasik yang masih sangat sering dibicarakan hingga sekarang, dan salah satu film yang membuat Audrey Hepburn menjadi ikon mode hingga sekarang.

Kita bisa membedakan kecantikan Aktris aktris Hollywood dari yang "klasik" hingga "modern", dan saya sangat yakin Audrey Hepburn mencakup keduanya. Melihat Ingrid Bergman, Joan Crawford, Marylin Monroe, Elizabeth Taylor, Barbra Stanwyck,Donna Reed, bahkan Rita Hayworth sekalipun, kecantikan mereka selalu meneriakkan 'klasik', tapi tidak dengan Audrey Hepburn. Saat menontonya pertama kali dalam Roman Hoilday bersama Gregory Peck, saya bisa membayangkan Hepburn yang begitu cantik sangat cocok berdiri di samping Emma Stone di Red Carpet di masa sekarang, atau aktris aktris terkenal saat ini. Kecantikannya abadi dan selalu sesuai dengan era apapun.


Paul Varjak ( George Peppard ) layaknya banyak laki laki di New York saat itu, penasaran dengan sosok Holly Holightly ( Audrey Hepburn ), tetangga yang tinggal dibawah flat miliknya. Dengan Kecantikan, kepolosan dan keceriaan wanita panggilan kelas atas ini, berhasil membuatnya dipuja kaum jetset di New York, mulai dari pengusaha papan atas hingga seorang bos mafia sicilia yang mengendalikan perdagangan narkotika dari balik jeruji penjara.
Paul pun bukanlah seorang pria polos, tapi ia juga adalah laki laki simpanan seorang wanita paruh baya yang sering mendatangi apartemennya.
The guy upstair dan the girl downstair ini pun terlibat dari satu pertemuan dan perbincangan, ke pesta satu dan pesta lainnya yang sering diadakan Holly, Paul pun dibuat penasaran dengan gaya hidup Holly yang bebas, tapi tidak jelas dan membingungkan, sering lupa membawa kunci, berselisih dengan tetangganya, mempunyai kucing liar yang tidak pernah diberi nama, hingga selalu bertingkah menyebalkan dengan memanggil paul dengan sebutan Fred, hanya karena ia menyukai nama Fred dan merasa Paul cocok dipanggil Fred !.

Tapi dibalik pesta pesta yang dihadiri oleh Holly, dibalik semua pria pria yang berada di dalam hidupnya, di saat mereka sedang berdua, Paul mendapati versi yang lebih manis dari glamor Holly yang biasanya ia lihat, tersimpan kesedihan, kerapuhan dan kepolosan dari Holly yang membuat hubungan mereka semakin dekat.


 kekuatan bintang utama film ini adalah Kunci kesuksesan dari Breakfast at Tiffany's. This is a showcase for Audrey Hepburn, dimana dia yang berumur 32 tahun sedang berada di puncak karir aktingnya ( ironisnya, Capote awalnya berkeras memilih Marilyn Monroe untuk peran ini ). Walau tidak pernah menyandang gelar 'great' actress dalam kariernya, kharisma yang ada dalam diri Hepburn selalu mengiringi dirinya, dan saat itu adalah waktunya untuk bersinar. Dengan Sabrina, Roman Holiday, War and Peace, dan Funny Face dibelakanya, dan My Fair Lady yang belum keluar waktu itu, Hepburn adalah "madu" bagi box office. Perannya dalam film ini, Holly Golightly, nyaris sempurna, dan dengan banyaknya ia berganti kostum sepanjang film ( walau gaya nya yang elegan selalu mengiringi setiap kostum yang dikenakannya ). Sebenarnya, ini sama sekali bukan peran yang mudah atau hanya membutuhkan senyuman Hepburn di depan kamera dan mengucapkan dialognya, walau Holly pertama kali dikenalkan sebagai wanita yang biasa saja, sosialita yang hanya tau berpesta dan berpesta, semakin kita diajak mengenalnya, semakin kita diajak untuk mengerti rasa sakit dan kehilangan yang telah menuntunnya hingga ia nyaman dengan gaya hidupnya sekarang. Holly mempunyai kepercayaan diri yang sangat rendah dan masa lalu yang menyedihkan, sehingga membuatnya menyelimuti kehidupannya dengan keglamouran, dan hal hal gemerlap lainnya dengan keyakinan hal ha tersebut akan memberikan kenyamanan di hatinya.She's a phony, but in the words a supporting character, she's a "real" phony.

Baik Holly atau paul bukanlah tokoh yang ideal yang 'wah' untuk ukuran kota New York. Untuk membiayai her wasteful lifestyle, Holly menerima pembayaran yang cukup besar untuk mengunjungi mantan boss mafia di penjara dan menjadi kurir yang membawa pesan singkat untuk "pengacaranya". Itu sama saja hampir seperti pelacuran tanpa melibatkan sex. Sama juga dengan Paul yang menjadi simpanan wanita yang lebih tua darinya.

However, walau kedua karakter tersebut mempunyai kesalahan dan hal yang sisi yang menyulitkan, Breakfast at Tiffany's tetap merupakan sebuah komedi romantis, dibalut dengan karya indah dari Henry Mancini, lagu "Moon River", yang berhasil merekatkan 'the dreamy atmosphere' yang sedari awal sebenarnya sudah dikenalkan di awal film, melalui perkenalanan dengan kota New York yang cantik. Ini bukanlah di dunia nyata, tapi lebih ke sebuah tempat dimana seorang bos mafia adalah seorang pria yang baik, apartemen yang cozy dan cantik, tetangga yang tampan dan pasangan kekasih yang mampu melewati semua hadangan and live happily ever after. And Holly Golightly is a product of this enviromnment.

Ada dua hal yang sangat penting dalam kedalaman cerita Breakfast at Tiffany's ( terlepas dari genre umum yang membungkus film ini, komedi romantis ). Yang pertama adalah kedalaman karakter, terutama Holly. Walaupun nama dan kepribadiaannya mengesankan keceriaan, dia sebenarnya adalah pribadi yang bermasalah. Yatim piatu pada usia kecil, dan menikah dengan Doc Golightly yang baik pada umur yang cukup muda, 14 tahun, yang kemudian ia tinggalkan untuk kehidupan yang lebih gemerlap di Hollywood. Dibawakan oleh Buddy Ebson, Doc Golightly hadir sebagai seorang elder gentleman, tapi terdapat sebuah hal yang ambigu dan tidak jelas dalam hubungannya dengan Holly. For the most part, Holly has done her best to forget the past, but there are instances when it creeps into her mood, turning her sad and wistful.
.
Kemudian dialog dialognya..,walau tidak ada quote quote-quote yang populer atau familiar dari film ini, bukan berarti membuatnya cenderung biasa saja, tapi well writen dan ejoyable to listen to. Salah satu kunci kefektifan dari sebuah percakapan adalah bahwa hal itu mengalir begitu saja, they are allowed to run on naturally. Salah satu bagian terbaik dari film ini adalah saat Holly dan Paul tidak melakukan hal apapun yang luar biasa, melainkan hanya berbicara satu sama lain. Dari tahun ke tahun, dialog yang kuat selalu menjadi karakteristik yang penting dari hampir semua film film komedi romantis yang hebat, mulai dari The Philadelphia Story sampai Before Sunrise dan Before Sunset.

Untuk siapapun yang menyatakan diri kalian romantis atau siapapun yang menyatakan diri sebagai penikmat film biasa, we'll..
Breakfast at Tiffany's offers a few simple pleasures.

****
Breakfast at Tiffany's l 1961 l Blake Edwards

 Moon river wider than a mile
I'm crossing you in style someday
You dream maker, you heartbreaker
Wherever you're going I'm going your way

Two drifters off to see the world  There's such a lot of world to see
We're after the same rainbow's end
Waiting 'round the bend
My huckleberry friend, moon river and me

Moon River - Audrey Hepburn


Saya mengetahui lagu ini jauh sebelum saya mengenal siapa itu Audrey Hepburn atau Breakfast at Tiffany's, karena memang pertama saya mengenal lagu ini dari suara Frank Sinatra, yang jauh lebih banyak lagu lagu nya saya kenal ketimbang filmnya hehe..

1 comment:

  1. Audrey Hepburn polos-polos asik banget mukanya. salah satu manusia yang harus di kloning Sinopsis dan Jalan Cerita Film

    ReplyDelete