Tuesday, February 26, 2013

One does not simply called genius ; Sigur Rós


.

.















...dan saya tidak mengerti pada awalnya.

Sigur Rós memberikan momen-momen tertentu dimana saya merasa seperti melayang. Tidak secara literally, tentu saja, tapi sebuah kondisi dimana ketika memejamkan mata, kita merasa terlepas dan seolah tidak ada di manapun. Sebuah keadaan di mana kamu merasa begitu putus hubungan dengan dunia nyata, sehingga seketika menantang persepsi diri sendiri mengenai apa itu yang disebut nyata.

Sebuah titik melayang yang lain, berbeda, dan terlepas dari rasionalitas, akal dan apapun juga. Bukan, ini bukan data, sumber atau riset, tapi lebih mengenai insting manusia yang bisa mengklasifikasikan semua perasaan yang ada dan familiar karenanya.
Dan kemudian saya mendengarkan mereka.
Musik yang jenius dan dramatis
Suara yang mampu membuat merinding
Bahasa yang asing di telinga dan mata
Sigur Rós dengan segera akan menunjukkan kepada kalian, betapa absurd-nya kata kata saya diatas dengan lagu lagu mereka yang juga tak kalah absurdnya.

Aktif sejak tahun 1994, Band dari negara Islandia ini beranggotakan 3 orang, Jón Þór "Jónsi" Birgisson (guitar and vocals), Georg Hólm (bass) and Ágúst Ævar Gunnarsson (drums). Bertanya tanya sendiri, dimanakah sebenarnya Islandia dan negera seperti apa ini ? Islandia adalah negara kecil di eropa yang hanya berpendudukkan 320,000 jiwa ( bayangkan dengan kota Jakarta yang berjuta juta orang itu >o< ). Hingga saat ini, band beraliran post-rock alternatif ini sudah mengeluarkan 6 album ; Von (1997), Ágætis byrjun (1999), ( ) (2002, Takk... (2005), Með suð í eyrum við spilum, endalaust (2008), Valtari (2012).

Lagu lagu mereka bukanlah lagu yang gampang dicerna. Jika kau sudah terlalu jauh bersama Bruno Mars, One Direction, Fun, Adele, atau band band dan penyanyi pop lainnya, maka siap siap untuk bertahan, karena Sigur Rós akan menyakiti telinga dan hati kalian. Telinga, karena musik mereka sangat intens dan terlalu kaya dengan banyak instrumen, nada dan melodi. Hati, karena suara falsetto dari Jonsi serta keahliannya membawakan lyric, akan membuatmu merasa tidak nyaman, serta tentu saja bahasanya yang misterius. Gabungkan keduanya and boom ! Freakinng goosebumps is everywhere.















Kenapa hal itu malah saya pandang indah dan jenius, ketimbang aneh dan mengerikan ?
Mereka mengikuti musik dan bermain dengannya, mereka tidak mempertimbangkan public pleasure treatment, tapi lebih ke music treatment itu sendiri, jadi janganlah heran jika beberapa lagu mereka sama sekali tidak asik di telinga, dan lagu lagu mereka mostly berbau depresi. Anjuran saja, galau, patah hati dan sedang sedih, tolong hindari mendengarkan lagu lagu mereka. Vokal Jonsi bisa membuat kalian berpikir absurd dan lebih menjerumuskan kalian ke dalam lembah apapun yang sedang kalian tekuni saat itu.

So, saran, kalau kalian tertarik dengan Sigur Ros, err..if you want to be a new member of this club, please. Listen to their most beautifull Song, "Hoppípolla" first, dan kalau kalian tidak jatuh cinta pada pandangan pertama pada lagu ini, saya ragukan kalau kalian akan suka dengan lagu lagu mereka yang lain selanjutnya.
Karena saya sudah melewati tahap 'love at the first sight' ini. Saya tau "Hoppípolla" dari beberapa temen saya di dunia maya ini yang sering membahas kegilaan lagu lagu Sigur Ros, dan kepo side inside me merasa tertantang untuk mencari tau, dan you know, i'm not regret it at all.

Karena saya tergolong pecinta pop sejati juga, pop, indie, slow rock, popera, slow-rock, folk traditional, country.
Basically, i love Irish Folk music, dari lagu lagu The Corrs dan Gaelic Storm yang begitu menghentak hentak dan ramai dengan melody gembira, atau lagu lagu Prancis mulai dari lagu lagu klasik legendaris Edith Piaf, atau yang agak easy listening seperti lagu lagu Joe Dassin, Carla Bruni, atau beralih lagi ke lagu lagu opera  yang menjadi favorit saya seperti La Traviata;Brindisi dan Nessun Dorma nya Pavarotti, The Flower Duet;Lakme nya Delibes yang paling populer dibawakan oleh Anna Netrebko & Elina Garanca.

OKE. I STOP. haha..bagaimanapun ini segmen khusus  membahas Sigur Ros, bukan musisi lainya.

Karena prinsip musikalitas Sigur Ros yang tidak menganut paham komersil, lagu lagu mereka sangat jarang diijinkan untuk dijadikan ikon iklan komersil, walau demikian, tetap saja banyak iklan iklan di beberapa negara yang meng-rip off beberapa melody di Hoppipolla ini dan meremake nya menjadi jingle iklan mereka, yang tentunya akan sangat familiar di telinga para fans, walau sudah diubah sedemikian rupa. Sigur Ros sendiri mengetahui hal ini, dan pernah mempublikasikan daftar iklan iklan yang memakai rip-off lagu mereka sebagai jingle iklan ini di website mereka di www.sigur-ros.co.uk.

Kembali ke yang tadi, perkenalkan.. Lagu " Hoppipolla" yang selamanya akan identik dengan Sigur Ros dan bahasa absurd mereka, Hopelandic. Kenapa Absurd ? karena dalam lyric Hoppipolla itu sendiri terdapat beberapa lyric yang bukan bahasa icelandic, tapi sebuah bahasa asing yang hanya mereka sendiri yang mengerti. Fans pun selama ini menyebutnya dengan bahasa Hopelandic.

Hoppipolla, yang dalam bahasa Icelandic berarti " Jumping into puddles", berasal dari album Takk di tahun 2005, dan merupakan single tersukses dari band ini. " Hoppipolla" pernah digunakan BBC Inggris sebagai lagu pengiring Serial TV Planet Earth yang ternyata merupakan kali pertama bagi Sigur Ros diperkenalkan kepada golongan penonton mainstream. Selama ini, Sigur Ros terkenal hanya di kalangan terbatas dan promosi mouth to mouth dari para fans loyalis mereka. Saat BBC menggunakan lagu ini, mulailah terbuka pintu komersil mereka. Setelah itu, sangat banyak iklan, event event, dan live-show yang menggunakan lagu Hoppipolla ini sebagai jingle mereka.


MV lagu ini berkonsep "innocent of childhood", you'll understand when you saw the video. And no, bukan viceo yang memuat anak anak yang sedang bermain dengan gembira, tapi orang orang lansia, para kakek dan nenek yang terlihat sedang bermain seperti anak kecil. You know, main perang perangan pake pedang palsu, iseng ngutil di toko, lari lari gak jelas, main petak umpet.

Ugh..sungguh, hal itu akan lucu dan menarik dilihat jika yang melakukannya adalah anak anak kecil, tapi perasaan yang timbul dalam diri saya malah adalah perasaan yang tidak nyaman, tapi tetep bertahan melihatnya hingga usai. Perasaan menyergap seperti tetiba teringat dengan sebuah pemikiran yaitu sebenarnya bahwa manusia itu bertumbuh dari anak kecil dan kembali menjadi anak kecil.
Terlepas dari feeling saya yang aneh itu, memang MV nya bagus sih, artistik kalo boleh dibilang haha.., atau kalo dalam felem, cinematography jempolan <-- MGL



Nah kalo yang kali ini adalah yang versi BBC Planet Earth. Melihat video ini, membuat saya ingin berteriak di tengah malam " Hey Earthians !! this is our anthem !!".

Memang segitu lebaynya sih haha..
Videonya sendiri khas rip off scene scene dari seri Planet Earth sendiri yang diedit sedemikian indahnya, menjadi sebuah video yang memanjakan mata kita akan keindahan bumi ini. pada durasi 0:36 saat klimaks musik intro di lagu ini, scene nya fantastico banget ( at least buat gue ). Yang bikin video tau penempatan saat saat klimaks dan dramatis di lagu ini sendiri, dan memadukannya dengan scene scene yang sama dramatisnya, sehingga menghasilkan efek yang memang wow buat gue. Apalagi saat mendekati paruh terakhir, sekitar menit ke tiga keatas, ada cuplikan banyak binatang laut yang loncat dan dislow motion kan, bahkan adegan katak loncat pun terlihat sangat indah, pemirsah !! semua itu pas bagian musik dramatisnya. Pokoknya pertama melihat video ini sampai direplay 2-3 kali haha..



Well, versi ketiga Hoppipolla yang saya sukai adalah versi live performance mereka di Heima. Heima adalah sebuah film dokumenter mereka sendiri dan tur mereka keliling Islandia tahun 2006.

Konser tur mereka disini tidaklah seglamour band band besar, tidak ada gemerlap panggung, lightstick, poster, banner, atau fans yang berteriak histeris. Dalam video ini sendiri, yang menonton juga tidak dalam jumlah besar. Saya kurang tau detailnya, tapi dari beberapa kali menonton MV nya ini, saya kukuhkan ini adalah konser yang paling menarik dan paling santai yang pernah saya lihat.

Yang menonton pun terlihat memang menikmati pertunjukkan mereka, bahkan ada yang sambil makan, minum, duduk santai, anak anak yang bermain layang layang, berlari sana sini. Pokoknya lebih mirip suasana piknik daripada konser yang crowded dan bikin gerah. Apalagi lokasi show nya ini seperti di sebuah lembah pegunungan yang hijau di alam terbuka.
Men ! this is so cool.!

Mengenai Heima, Film Dokumenter live perfomance mereka ini, pernah saya tonton beberapa video nya di Youtube. Dan saat tulisan ini saya buat, DVD nya sendiri sedang saya pesan dari YesAsia.Com ( terlalu terpengaruh haha..)

Saya benar benar harus memuji "Heima"

Sigur Ros sendiri sudah menjadi nilai tinggi dimata saya, dan ditambah dengan keindahan Islandia, benar benar paket yang sangat komplit. It's like Eyegasm dan Eargasm. Islandia sungguh negara yang indah, dan film dokumenter ini benar benar mengambil keuntungan dari hal tersebut. Alih alih banyak mempertunjukkan sisi gemerlap kotanya, Heima lebih berfokus pada daerah daerah luar, yang masih liar, hutan, penuh warna hijau, binatang liar, dan shoot shoot kamera yang konsisten dengan bangunan bangunan arsitektur tua. Mereka tur/live performance di tengah tengah semua itu ! It’s all very beautiful and serene and fits the music perfectly. 

Hal lain yang membuat saya jatuh hati adalah banyak klip yang berfokus pada anak anak kecil. Untuk sebuah band yang musiknya sangat dramatis, megah, gembira, carefree dan innocent seperti mereka, it's great to see small kids standing wide-eyed and amazed at the performances. ketika menonton, ada semacam perasaan alami, perasaan yang dekat dengan alam, yang berhasil dibuat oleh sutradara film ini. Gee..sungguh beruntung mereka yang bisa terlibat dalam MV ini sebagai penonton, being someone in the crowd, soaking in an amazing mountainous view while looking around at all the kids and various age groups that are gathering around and enjoying their music.

*pause*
*long sigh*

Eniwei, Sejauh ini lagu lagu Sigur Ros yang saya suka dan menjadi warga tetap di playlist saya akhir akhir ini adalah ( selain Hoppipolla yang fabulous itu >,< ) " Olsen olsen", "Heima", "Andvari", "Festival", "Gobbledigook", "Stafalfur", "Inni mer syngur vitleysingur", dan masih banyak lagi sih, beberapa diantaranya banyak yang direkomendasikan oleh beberapa teman saya di dunia maya yang juga menyukai band ini.

Saat ini Sigur Ros sedang tur luar ke beberapa negara Eropa, Amerika dan Asia. Beruntung sekali Indonesia bisa berkesempatan mendapat kunjungan mereka. Sigur Ros akan mengadakan konser di Istora senayan, Jakarta pada tanggal 10 Mei 2013. Tiket tiketnya pun sudah banyak terjual secara online.
*masih berharap bisa nonton*

Eniwei, I heart you, Sigur Ros *ketjup mesra satu satu.
Dear Jónsi, Georg, Orri, please being awsome forever !!


XOXO
Tunggu sayah terbang ke Islandia !! ( semoga tidak sebelum kalian keburu tua T___T )

by Merista Kalorin on Monday, February 25, 2013 at 23:51am ·


Thursday, February 21, 2013

Review : Anastasia ( 1956 )


ANASTASIA
Starring : Ingrid Bergman, Yul Brynner, Helen Hayes, Akim Tamirov
Writers: Arthur Laurents
Directed by Anatole Litvak


















Apa yang saya tahu dari Anastasia adalah, selain nama salah satu Orang suci ( santa ) dalam sejarah gereja katolik, pernah juga 'Anastasia' menjadi judul sebuah film animasi di tahun 1997, Anastasia juga merupakan nama salah seorang nenek buyut di keluarga saya. Please, don't bother to asking, karena saya juga tidak tahu bagaimana asal usulnya leluhur saya bisa memiliki nama itu, mengingat mulai dari generasi orang tua saya keatas, semuanya masih asli dari daratan cina, *uhuk*

Anyway, Grand Duchess Anastasia Nikolaevna of Russia. Nama tersebut akan selalu muncul setiap kali kita melakukan pencarian di google atas nama Anastasia ( masih. ini tidak ada hubungannya dengan leluhur saya itu. #yakin ). Menurut sejarah, 5 bersaudara anak kaisar terakhir Rusia ini dieksekusi  secara brutal disebuah basement bersama dengan orangtua mereka dan beberapa pelayan oleh pasukan pemberontak pada tahun 1918. Berpuluh tahun sesudahnya, tepatnya tahun 1979, baru teridentifikasi ketujuh anggota keluarga kerajaan itu, dengan 1 diantaranya yang masih menjadi misteri.

Anastasia - ujung kanan
Spekulasi pun berkembang, karena pada saat ditemukan, yang memiliki kepastian identitas hanyalah Tsar Nicolas II beserta istrinya dan ketiga putrinya, Olga, Tatiana dan Maria, sedangkan sang putra bungsu, Alexei ditemukan di tempat berbeda bersama satu perempuan yang hingga saat ini selalu dispekulasikan sebagai Anastasia atau salah satu pelayan. Karena menurut data dan pengakuan para algojo eksekutor, cara eksekusi yang dilakukan terhadap Anastasia ( tembakan di kepala ) tidak memiliki kecocokan atas hasil visum terhadap kerangka yang berada di samping Alexei. Jadi siapakah orang tersebut, atau benarkah Anastasia memang sudah terbunuh atau dengan epiknya selamat dari peristiwa tersebut kemudian menyembunyikan diri seumur hidupnya ? Tentunya tidak ada fakta yang pasti akan hal itu hingga saat ini.
Anna Anderson

Diantara rentang waktu tersebut, dari tahun eksekusi hingga identifikasi, terdapat sangat banyak perempuan yang mengaku sebagai Anastasia, dan melakukan berbagai upaya klaim pengakuan atas hal tersebut ( kebanyakan diduga karena harta warisan keluarga kerajaan yang begitu besar ), salah satunya yang terkenal adalah perempuan yang bernama Anna Anderson, yang mengklaim dirinya sebagai Anastasia, bahkan melakukan perjuangan untuk mendapatkan pengakuan dari tahun 1938 sampai 1970 dan terkenal sebagai salah satu kasus terpanjang yang pernah diurus pemerintah Jerman ( tempat kasus ini pertama diurus ).




***



















Ketiga paragraf yang saya tuliskan diatas itulah yang menjadi garis besar film yang dibintangi Ingrid Bergman dan Yul Brynner ini. Ingrid Bergman didapuk menjadi seorang wanita yang bernama Anna Anderson, seorang wanita amnesia tanpa identitas yang ditemukan berkeliaran di tengah kota Prancis, kemudian ditemukan oleh beberapa orang Rusia, dan dengan bantuan General Bounine ( Yul Brynner ), yang mempunyai koneksi ke beberapa kerabat terakhir keluarga Tsar Nicolas, terutama untuk mempertemukan mereka dan  mendapat pengakuan dari Grand Dowager Empress Marie ( Helen Hayes ), yang merupakan nenek Anastasia. Mereka berupaya untuk memasukkan banyak informasi kepada wanita yang tidak tahu apa apa itu dan menyakinkan dirinya bahwa ia adalah Anastasia, putri Tsar Nicolass II yang ternyata selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Seiring proses berlangsung dan 'sandiwara' dilakukan dan terjadi banyaknya hal hal kecil yang megejutkan, para dalang dibalik 'sandiwara' ini, termasuk General Bounine malah mulai benar benar curiga jika Anna Anderson ini benar adalah sang Grand Duchess yang hilang. Apa kebenaran dibalik semua ini ?

Historical drama fiksi seperti ini mungkin bukanlah konsumsi favorit mayoritas pecinta film. Banyaknya nama nama karakter yang memang ber-based dari fakta dan sejarah yang ada kadang sering mengundang lebih banyak tanda tanyak dan rasa penasaran. Saya menyukai film ini, selain dari pesona misteri keluarga Tsar terakhir Rusia yang akan selalu menjadi noda berdarah dalam sejarah negara komunis tersebut, petikan fakta dan misteri tersebut dijahit sedemikian rupa menjadi sebuah drama yang mampu menggolakkan emosi, apalagi dipadu dengan performa yang sangat mengagumkan dari seorang mantan american sweetheart sekaligus legendaris Hollywood, Ingrid Bergman.

Ingrid Bergman memenangkan Oscar keduanya untuk perannya di film "Anastasia" ini, yang pastinya akan selalu lekat dengan 'Hollywood comeback' nya setelah sebelumnya dikisrukahkan atas skandal perselingkuhannya dengan Sutradara asal Italia, Roberto Rosellini, dan meninggalkan suami dan anak perempuannya, bahkan sempat menjadi public number one enemy, digunjing dan dicerca segala lapisan masyarakat saat itu.


Sedangkan Yul Brynner sendiri sedang menikmati "career year" nya di tahun 1956 tersebut. Tampil dalam film super besar saat itu, The Ten Commandements, dan juga membintangi film yang sangat sukses lainnya, The King and I, yang merupakan film yang nantinya menghadiahkannya Oscar, dan akan selalu menjadi film yang sukses melekat dengan dirinya.

Dalam opini saya, Anastasia sendiri, diluar segala macam sejarah yang menjadi latar belakang kisahnya, improvisasi kisah yang ada dalam film ini tidak terlalu luar biasa atau mind blowing. Kisah romance yang dihadirkan antara General Bounine dan Miss Anderson juga tergolong standar dan tidak terlalu intens atau membuat terlena penonton. Sebagian besar dari filmnya sendiri seperti mengalir mengikuti perjalanan ms. Anderson yang dilatih General Bounine untuk menjadi Grand Duchess Anastasia dan upaya mereka meyakinkan banyak pihak. Filmnya sendiri tidak memberikan konklusi yang gamblang atas kebenaran identitas Anna Anderson ini, walau sepanjang film, memang lebih mengarahkan ke sisi benar Anna adalah Anastasia. 

Still, hal itu tetap menjadi cukup misterius bagi kita, penonton, untuk menerka nerka sepanjang waktu, yang secara mengejutkan sebenarnya memang merupakan inti dari film dan misteri ini sendiri. Cerita yang dihadirkan mungkin terlihat agak sedikit melodrama dan banyak yang bisa diprediksi seperti hubungan Bounine dan Anna yang memang dari pertama terkesan sudah ditakdirkan akan bersama.

Secara keseluruhan film ini meneriakkan kemisteriusan tersebut, tentu saja berkat penampilan apik dari seorang Ingrid Bergman. Berdasarkan apa yang kita bisa lihat dibanyak scene scene, Bergman bisa menampilkan karakter abu abu ini dengan sempurna, ekspresi tersiksa yang tercermin dari raut wajahnya atau saat saat dia memang terlihat tenang dan bisa mengontrol diri, sehingga kadang kita, penonton pun bisa dibuat bingung dengan ekspresi manakah yang merupakan kebenaran dari dirinya, siapakah dia ? 

Bergman tidak pernah sedikitpun memberikan kita clue rahasia mengenai identitas aslinya di film ini, kerja kerasnya ini ikut membantu kita tetap terlibat dalam filmnya sendiri, yaitu tetap menerka nerka.

Ini bukan kali pertama Bergman membawakan karakter abu abu seperti ini. peran Ilsa Lund yang membesarkan namanya di Casablanca mirip dengan Anna Anderson. Dia dengan cerdasnya tetap memberikan performa yang flawless sampai akhir film, dan tetap membuat kita bertanya tanya, siapakah yang sebenarnya lebih dicintainya, Rick atau Victor, atau dalam hal ini, benarkah ia Annastasia atau benar hanya seorang wanita tunawisma yang amnesia di jalanan kota paris ? Silahkan uji tebakan anda.

Hal lainnya yang akan kita sukai dari film ini adalah dialog dialog nya, yang dilontarkan dengan cerdas, keras dan menantang. Banyak sekali dialog dialog cerdas yang terucap dari berbagai karakter untuk menunjukkan kebodohan karakter lainnya. Kita malah kadang akan terasa melihat sebuah kasus persidangan yang membeberkan bukti bukti dan argumen yang bisa membuat kita duduk tegak dan konsentrasi menyaksikan per kalimatnya, unless ini bukanlah sama sekali courtroom drama. hah !
Overall, Anastasia largely works well. Plot cerita yang sangat menarik yang memang merupakan kejadian nyata dalam sejarah Rusia, yang dipoles dengan excellent performance dari aktor aktor utamanya.
Anastasia still provides a winning presentation after all these years.

Sunday, February 17, 2013

10 Grand Romantic Gesture


This time i explain my choices...

Romantic Gesture ( gesture ; sikap, perbuatan, usaha ) menurut saya tidaklah selamanya selalu tentang mendapatkan hati seorang. Mungkin saja, John Cusack yang mengangkat boombox di film “Say Anything” terlihat romantic as hell, atau seperti Richard gere yang berhasil mengalahkan fobia ketinggiannya dan memanjat tangga darurat untuk ke tempat Julia Robert di “Pretty Woman”, atau lagi seperti Dustin Hoffman yang menyerbu pernikahan Katherine Ross di “The Graduate”.

The true romantic gesture is doing something just for the person who has stolen your heart. Mungkin kau tidak secara gamblang menyebutkan atau mengisyaratkan keterlibatanmu, dan mungkin mereka tidak akan tahu kalau kau yang melakukannya, atau salah satu contoh yang memilukannya, kau mungkin malah ‘mengirimkan’ mereka ke pelukan orang lain.

Tapi kau tahu, apa yang kau lakukan itu adalah sesuatu yang akan membuat hidup orang itu lebih baik, even if makes your own snivelling hell. So, yes, beberapa momen yang saya pilih dari bermacam film ini adalah yang menurut saya punya kadar romantic gesture diatas bintang 3 haha.., some of that are touch gloomy in their romanticism, but in a good way.
Romantic is about two people who connect to each other, and very best at heart even if that doesn’t involve wandering off  into the sunset together.

~~~~~

Guy buys Girl a Piano
in Once ( 2006 )

Film indie luar biasa besutan John Carney pada tahun 2006 ini mempunyai paket yang berisikan banyak momen romantis, most of them musical. But the greatest is the true heartbreaker, saat pasangan yang tidak disebutkan namanya ini ( Glen Hansard & Marketa Irglova ) menyadari bahwa masa depan mereka berada di jalan yang berbeda, si pria yang memilih mengejar mantan pacar dan karier musiknya di London dan si wanita memilih kembali menerima suami dan anaknya. 

Si Pria memang bertekad menyongsong masa depannya, tapi tidak sebelum mengirimkan kepada si wanita sebuah alat musik yang mungkin bisa kita ibaratkan sebagai banyak kata kata yang mereka tidak pernah cukup ungkapkan, sebuah piano.
~~
When Guy asks if she still loves her husband, she answers in Czech, "Miluju tebe", but coyly declines to translate what she said. ( in the Czech language it means "It is you I love.")


Joe Bradley ditches his story
in Roman Holiday ( 1953 )

Think of this romantic gesture : seorang  pria biasa yang merelakan kesempatan untuk menyinari kariernya untuk seorang wanita yang baru saja ia temui, dan seiring waktu yang mereka habiskan bersama, ia memilih untuk tidak mengkhianati kepercayaan wanita tersebut, dan menyimpan rapat keinginannya untuk meliput diam diam wanita terkenal tersebut.  

But romance is about believing the best in people, dan itulah yang dipercayai oleh jurnalis amerika ini, Joe Bradley ( Gregory Peck ) yang memberikan Princess Ann ( Audrey Hepburn ) satu hari penuh ‘kegilaan’ jauh dari kehidupan kaku nya sebagai bangsawan – in which they fall in love as they explore the Italian capital – remain their little secret.
 

Adam Sandler’s airplane Serenade
in The Wedding Singer ( 1998 )


Apa ada yang lebih romantis daripada merayu dengan musik dan lagu ? di The Wedding Singer, karakter yang dibawakan Adam Sandler menyadari kalau wanita impiannya ternyata sedang berada dalam penerbangan yang sama dengannya.
jadi, dengan bantuan bintang idola tahun ‘80an, Billy Idol, ia menyanyikan sebuah lagu lewat suara interkom di dalam pesawat, yang berisikan janji :
  • Grow old together
  • Get her medicine when her tummy aches
  • Make her smile whenever she's sad
Sounds pretty wonderful to me!


Arwen Chooses mortality
in The Lord of the Rings ; The Return of the King ( 2003 )













Hidup abadi dan melihat pria yang ia cintai meninggal, atau merelakan keabadiannya dan memilih bersamanya dalam hidup yang singkat dan penuh dengan teka teki ini ?
Itulah pilihan yang sedang dihadapi Arwen ( Liv Tyler ), salah satu Elf cantik anak salah satu Elf penguasa di Middle Earth, dalam trilogy Tolkien ini. Tentu saja ia memilih yang kedua, pilihan yang hanya memberikan waktu terbatas bersama orang yang dicintainya daripada menjalani keabadian tanpa cinta sejatinya. Aaaaww..


The Tramp Takes A Beating
in City Lights (1931)

Oh this one will make me bawling..

Salah satu romantic gesture yang sangat menyentuh hati, dimana sang pujaan hati tidak mengetahui hal tersebut, tapi tetap si pria lakukan demi wanita pujaannya. Bercerita tentang seorang gadis buta, yang salah mengenali seorang pria gelandangan ( Charlie Chaplin ) adalah seorang milyuner. Si Pria pun kemudian mulai melakukan pekerjaan pekerjaan kecil, termasuk mengambil resiko dan ikut dalam sebuah tinju jalanan, untuk memperoleh uang demi membantu sang wanita pujaan membayar sewa rumahnya. Si pria kemudian memang akhirnya memberikannya uang 1,000 dollar, hadiah dari sang ‘milyuner’ yang tapi kemudian membuatnya masuk penjara karena mencuri, tanpa ada sedikit harapanpun kalau si wanita akan tau siapa sebenarnya pria tersebut.


Rick Lets Ilsa Go
in Casablanca (1942)

Is it an obvious choice? Yes. Could there reasonably be any other? No.

Coba pikirkan film lain dimana para penonton setuju dengan tokoh utama yang tidak mendapatkan wanitanya. That’s how, seorang Rick Blaine ( Humphrey Bogart ) membayar begitu mahal romantic gesture nya. 

Saat ia berdiri di tengah lapangan terbang di casablanca dengan dengan cinta lama nya yang hilang, Ilsa ( Ingrid Bergman ), tapi juga bersama suaminya yang pernah menghilang, Victor ( Paul Henreid ), bahkan meminta kepada si suami untuk membawa sang wanita pergi, Rick mempertaruhkan kebebasannya sendiri disana untuk menjaga situasi mereka dan mengirim Victor pergi bersama orang yang dicintainya. Dia menyadari bahwa ia tidak bisa menawarkan hidup yang pantas diterima wanita yang dicintainya dan mungkin si wanita akan menyesalinya, mungkin bukan hari ini, atau besok – aahh..you know the rest..



Claire plans a road trip !
in Elizabethtown ( 2005 )

Men aren’t the only ones who capable of putting together an epic romantic gesture !!

di “Elizabethtown” contohnya, Claire ( Kirsten Dunst ) memberikan usaha yang sangat baik dan so sweet untuk menarik perhatian pria yang sedang disukainya.


Bagaimana ia melakukannya ? well, dia membuat sebuah scrapbook ( album ) yang berisikan panduan perjalanan yang sangat unik, kreatif dan indah ( I want have one !! ), yang akan membawa si pria ( Orlando Bloom ) menempuh perjalanan yang sangat berarti.
Albumnya sendiri berisikan banyak petunjuk, quotes-quotes, komentar komentar, foto foto kegiatan sederhana, bahkan rekaman CD khusus untuk menemani perjalanannya.
Meanwhile, she even arranges to surprise him in person during his journey. Diirigi dengan petikan gitar Nancy Wilson di penghujung film ini semakin membuat aroma romantis yang sangat saya sukai.


Gentleman reads to his wife
in The Notebook ( 2004 ) 

Sooo, The Notebook  mempunyai peringkat yang tinggi dari film lain dalam departemen keromantisannya. Itulah sebabnya banyak sekali pria yang melihatnya sebagai sebuah film yang luar biasa sentimental dan norak haha.., Filmnya sendiri seakan mampu dengan sekuat tenaga menarik kita, dan memaksa kita, sampai menendang-nendang dan berteriak, dan membawa kita ke dalam sebuah dunia yang sangat intens emosinya dan drama yang sangat romantis.
Walau banyak sekali romantic gesture yang dihadirkan oleh suami saya, Ryan Gosling di film ini, tapi ( maafkan saya, kang ) romantic gesture pamungkas nya justru datang dari versi tua nya Noah ( James Garner ). Yang kemudian kita ketahui di filmnya nanti, bahwa karakter ini menghabiskan hari harinya untuk membaca kepada istrinya, yang mempunyai penyakit Alzheimer, dari sebuah notebook yang berceritakan tentang kisah cinta mereka, dengan harapan jika sesekali sang istri akan mengingat kisah mereka.
Now that's dedication.



A man looks for Cat
in Breakfast at Tiffany’s ( 1961 )

Di “Breakfast at Tiffany’s”, Holly ( Audrey Hepburn ) memutuskan untuk tidak bersama dengan siapapun dan memilih untuk melepaskan semua yang berhubungan dengannya, kemudian ia melepaskan kucing kesayangannya di tengah hujan, yang saya lihat sebenarnya adalah sebagi simbol independensi nya. Menyadari betapa Holly sangat menyanyangi kucing tersebut. Paul ( George Peppard ) kemudian dengan tegas dan keras memberikan nasehat kepada Holly tentang pilihan pilihan hidupnya, kemudian keluar dari mobil dan menelusuri lorong lorong untuk mencari kucing yang ditelantarkan oleh Holly tadi.

Now, Who could resist a man who's willing to traipse around in the pouring rain to search for your lost cat? Sign me up!



Jerry's Invansion
in Jerry Maguire ( 1996 )

yang satu merasa bertanggung jawab, yang satu hanya ingin bersama pria yang baik. Will they spent their 10 years being polite as man and wife ? Jerry ( Tom Cruise ) dan Dorothy ( Renee Zelweger ) menyadari fondasi hubungan mereka tidaklah normal seperti orang lain, tapi apakah itu berarti mereka harus menyerah ?

Well, at first, hal itu terpikirkan oleh mereka, tapi layaknya sebuah cinta dan happy ending, salah satu tokoh utama akan mengalami 'the moment of truth' yang menyadarkan mereka betapa berartinya orang yang hampir saja mereka lepaskan. So go go Jerry menyerbu rumah Dorothy dan mengucapkan quote teromantis yang populer seperti "you complete me", yang kemudian dibalas Dorothy dengan "you had me at hello" ini di depan banyak teman yang salah tingkah menyaksikan reuni manis pasangan canggung ini. Hihi..sweet..!

~~~

So, i guess this is it..see you soon everyone..
Live long and prosper..

ps : Mumford and Son, The Lumineers, and Gaelic Storm are simply awsome. Their music is my muse and my soundtrack this night to write this post.