Thursday, March 28, 2013

Review : The Exorcism of Emily Rose ( 2005 )

THE EXORCISM OF EMILY ROSE
Starring : Jennifer Carpenter, Tom Wilkinson, Laura Linney
Written By: Scott Derrickson, Paul Harris Boardman
Directed By: Scott Derrickson

.

Based on true story of Anneliese Michel (21 September 1952 – 1 July 1976)

***
" Iblis itu ada !! baik kau percaya atau tidak !" tegas seorang pastur di film ini.Ya, tentu saja ia boleh berkata seperti itu. Sama saja halnya, jika kita juga yang berkata sebaliknya, " Iblis itu tidak ada, baik kau percaya atau tidak !"Semuanya toh ujung ujungnya kembali ke apa yang kita percayai. Tapi dalam pengadilan, sebuah ranah hukum yang berfondasi pada bukti nyata dan aktual, kepercayaan berdiri diluar "barang bukti". JIka kau bisa membuktikannya, maka kau berhak untuk mempercayainya, begitu juga sebaliknya.

Perdebatan antara hal hal berbau mistis dengan hal hal yang nyata, ilmiah, atau ilmu pengetahuan memang sangat membuat pusing banyak orang, saya sendiri pun begitu. Kita sudah mengetahui banyak konflik berkepentingan yang mewakili dua kubu ini, dari jaman Charles Darwin pun sudah terjadi dengan teori evolusinya, bahkan mungkin lebih jauh ke era sebelumnya. dan tentu saja yang paling teranyar sekarang adalah, para wakil rakyat kita di gedung senayan yang saat ini sedang sibuk membahas akan adanya undang undang tentang santet ( yang tergolong mistis ). Menarik saja saya mengikuti perkembangannya, penasaran pasti, akan ke negara manakah mereka melakukan studi banding ( a.k.a jalan jalan ). Inggris perhaps ? mungkin mereka bisa singgah di Leaky Cauldron untuk pergi Diagon Alley, kemudian bertukar pikiran dengan Profesor MacGonnagal tentang kemajuan ilmu sihir ( dan santet ), atau dengan siapapun guru Defense Against the Dark Arts yang menggantikan Amycus Carrow pasca perang.

Okay..back to the topic >0<


















Filmnya sendiri bercerita dengan gaya flashback dari ruang persidangan tempat Father Moore ( Tom Wilkinson ), seorang pastur yang menjadi tersangka atas meninggalnya seorang perempuan muda, Emily Rose ( Jennifer Carpenter ). Father Moore yang melakukan proses ritual pengusiran roh jahat atas permintaan keluarga Emily, dinilai telah lalai sehingga menyebabkan kematian Emily Rose. Dia sebenarnya ditawari sebuah kesepakatan, jika ia mengakui dakwaannya tanpa perlawanan, mungkin hukumannya bisa lebih ringan. Tapi ia menolaknya. " Aku tidak peduli dengan hukuman atau reputasiku, aku tidak takut dengan penjara, yang aku pedulikan adalah menceritakan kisah Emily Rose ini !!".Tentu hal ini membuat kelimpungan sang pengacara, Erin Brunner ( Laura Linney ), yang agnostik dan cenderung atheis.  Brunner sebenarnya mengagumi tekad Father Moore, dia sendiri tentu saja tidak percaya dengan adanya roh jahat. Jaksa penuntut nya sendiri, Ethan Thomas ( Campbell Scott ), adalah seorang religius dan jemaat gereja dan sebenarnya percaya dengan Father Moore, tapi profesi pengacara kadang harus berhadapan, berargumen melawan apa yang mereka percayai, bagian dari profesi mereka.

Dan siapakah Emily Rose ? Dia adalah mahasiswi, penganut katolik taat dari keluarga menengah. Ia mulai dihampiri eksistensi roh roh jahat tersebut secara tiba tiba, teman teman dan semua orang berubah berwajah menyeramkan, dihantui mimpi buruk, merasa tertindih saat sedang tidur, penurunan berat badan secara drastis, dia pun menelpon rumahnya meminta pertolongan dalam keadaan menangis. Dengan kondisi yang membingungkan, dipanggil lah sang pastur setempat, yang kemudian oleh Father Moore, telah terindikasi bahwa Emily kerasukan roh jahat.
Proses penengkingan ( pengusiran ) roh jahat pun dimulai, hingga sampai pada dalam prosesnya, Emily Rose meninggal.

Yang menarik adalah, film ini mengetengahkan kisah tentang drama pengadilan dengan sebuah kasus mistis, yang diurus oleh lembaga hukum resmi, dengan banyak pertanyaan-pertanyaan yang mungkin para juri dan hakim tidak memiliki jawabannya. Siapakah yang bersalah ? benarkah Father Moore yang lalai dalam proses penengkingan tersebut atau Emily Rose meninggal karena kerasukan roh jahat ?

Kemudian, kunci hubungan itu ada terdapat antara Father Moore dan pengacaranya. Erin Brunner tidak mempercayai eksistensi roh jahat, tapi dia percaya dengan Father Moore dan dia percaya apa yang dipercayai Father Moore. " Ada kekuatan jahat yang melingkupi sidang ini", Father Moore memperingati Erin, dan ia menyarankan Erin untuk berhati hati karena mungkin dia sudah dijadikan target oleh para roh jahat itu. Sosok Erin Bruner, seorang yang tak percaya setan dan berubah jadi ragu-ragu akan hal tersebut, menjadi cermin betapa ada kecenderungan spiritual terdalam dalam diri setiap orang

Mengadaptasi kisah nyatanya, film ini bukan sekedar kisah murahan tentang kematian gadis muda yang tergantung dengan obat obatan. Filmnya tetap mempertahankan keutuhan kisah asalnya dan mengajak penonton untuk ikut berpikir dan ikut bertanya. Film ini terbuka untuk ditanggapi dengan banyak sisi, percaya, tak percaya, atau ragu ragu. walaupun kasusnya sendiri telah usai, toh tetap sampai sekarang kita akan tetap membincangkan mengenai kebenaran apakah nyata atau tidak kerasukan setan itu.
Inilah sebuah film segar yang patut diapresiasi karena keterbukaan dan konsistensi nya.


















Kemudian lagi, scene puncak yang bisa membuat siapa saja merinding, saat proses penengkingan itu dilakukan, Father Moore menggunakan media media yang umum digunakan seperti, air yang telah diberkati, Doa Bapa Kami, dan ayat ayat alkitab. Layaknya film film horror, situasi dibuat semencekam mungkin, dan hal hal yang tiba tiba terjadi dan mengagetkan mulai diperlihatkan, kucing kucing yang menyerang father Moore, Emily yang memukul ayahnya, kemdian pergi ke sebuah kandang kuda. Semua yang mengikuti proses itu ( Father Moore, ayah emily, pacar Emily, dan seorang dokter ), terhentak saat melihat Emily yang kemudian berbicara dalam bahasa Latin, Jerman dan Aram ( bahas yang dipergunakan saat jaman Yesus ). Father Moore dengan segala doa doa nya sebagai perlawanan, memaksa roh jahat yang ada dalam tubuh Emily mengakui jati dirinya, dan dalam keadaan kerasukan seperti itu, Emily dengan 6 suara yang berbeda menyebutkan satu persatu roh jahat tersebut, Nero, Yudas, Kain, Baal, Lucifer dan Legion.
Menyeramkan, karena keenam nama itu memang mempunyai latar mengerikan tersendiri dalam sejarah manusia, dan di dalam kitab perjanjian ( alkitab ) ;
  1. Nero, kaisar Romawi yang membakar Roma dan membunuh banyak pengikut Kristus.
  2. Yudas, murid Yesus yang akhirnya berkhianat dan menyerahkan-Nya ke pengadilan tua-tua Yahudi.
  3. Baal, setan yang tersurat dalam Alkitab Perjanjian Lama.
  4. Kain, tokoh dalam pembunuhan pertama dalam buku Kejadian. Kain membunuh saudaranya sendiri, Babel, karena dengki.
  5. Lucifer, raja setan, malaikat yang berkhianat kepada Allah
  6. Legion, setan yang diusir oleh Yesus
Tetapi terlepas dari semua ini, kadang saya memang pernah terpikir mempertanyakan eksistensi setan di kehidupan manusia. Bila benar memang setan itu eksis, mengapa keberadaannya hanya untuk membujuk dan menipu manusia untuk menjadi pengikutnya? Mengapa Allah seolah-olah tidak berkuasa dengan membiarkan keberadaan setan ini?
Seakan akan ini adalah skema besar dan agung yang kasat mata, yang dengan kehendak-Nya membiarkan gadis muda beriman kepada-Nya dirasuki roh roh jahat, bertujuan agar orang orang yang menganggap Tuhan tidak ada, dengan cara menunjukkan eksistensi lainnya, yaitu kekuatan jahat. kenapa Tuhan ingin menunjukkan diri-Nya dengan menunjukkan keberadaan iblis ?

Menurut saya sendiri, itu karena Esensi akan Tuhan diluar jangkauan pikiran manusia.

****"

The Exorcism of Emily Rose adalah sebuah film thriller horor yang nampaknya akan sangat memuaskan para penggemar film horor, apalagi bagi mereka yang rindu akan sebuah film horor sejenis dengan The Exorcist yang melegenda itu. Berbekal oleh kisah nyata serta adanya bukti nyata tersebut ditambah lagi inti ceritanya yang mempertanyakan tentang ritual pengusiran setan,
Demikianlah film ini menjadi menarik, karena kerasukan setan memang ambigu, namun bukan tidak nyata.

**** 


Anneliese Michel (21 September 1952 – 1 July 1976 )
meninggal di usia 24 tahun dan masih menjadi misteri hingga sekarang. Di batu nisannya terpatri sebuah kalimat " work out your salvation with fear and trembling " - Phillipians 2:12, atau yang kalau diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia yang berarti, " kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar" - dikutip dari  Filipi pasal 2 ayat 12, kitab perjanjian baru.

Bagaimana anda mengartikan kalimat tersebut ?

No comments:

Post a Comment