Tuesday, August 20, 2013

Review : Erin Brockovich ( 2000 )

Erin Brockovich
Starring : Julia Roberts, Albert Finney, Aaron Eackhart
Director :Steven Soderbergh
Writer : Susannah Grant

 


















Ada seorang wanita seksi ( Julia Roberts ) yang baru bercerai, seorang ibu yang sedang berjuang untuk membuat dan melakukan hal hal yang benar dalam hidupnya dan anak anakny.
Ada juga seorang pria ( Aaron Eackhart ), the guy next door, berperawakan sangar dan pengendara motor harley.
Bersettingkan sebuah kota kecil, sebuah perusahaan besar yang licik dan jahat yang membuang racun limbah, merugikan penduduk sekitar, and simply don't care, dan menyebabkan banyak orang mengidap kanker.
and the best of all, it has a Good Girl heroine to give the evil corporations their own karma, dan..kebetulan sekali wanita tersebut mirip dengan Julia Roberts, tapi bernama Erin Brockovich.

Dalam setiap tahunnya, Oscar selalu memiliki ciri khas atau tema sosial yang sedang ramai pada saat itu.
Hal Ini seperti menunjukkan bahwa dalam setiap perhelatan balap Oscar setidaknya selalu ada satu film yang memberikan unsur isu sentimental atau kemanusiaan. Sebut saja Rain man, Driving Miss Daisy, Schindler's List, bahkan Forrest Gump. Film film ini tidak hanya memberikan sisi sentimental dan sifat sifat hero yang ada dalam diri manusia biasa, tapi juga sebuah cerita yang bisa memancarkan kehangatan, yang biasanya banyak dicintai para penonton Oscar. Film film seperti ini juga biasanya dijadikan sebagai sebuah media yang bisa ikut membuat banyak penonton mengerti akan sebuah peristiwa sosial atau sejarah yang penting - atau, dalam kasus Forrest Gump, seluruh kejadian penting diakhir abad ke-20. 

















Penonton tidak hanya melihat film, mereka akan belajar mengenai Sesuatu. Memang, mereka juga akan belajar untuk melihat dan mempelajari sisi yang baik dari sebuah hal atau kejadian. Jika kau menyukai Dance With Wolves, maka kau akan banya mengetahui sejarah tentang penaklukan Amerika Barat. Jika kau membenci Ralph Fienees, then you were all right on the Holocaust.

Dan ada pula, tahun dimana seni film dan banyak sisi gaya lainnya banyak menjauh dari hal hal yang menjadi favorit untuk film film oscar. It's good to know that there is at least one sentimental issue picture in the lot. And Erin Brockovich is not just a sentimental picture - It's the Big Daddy of them all.Tentu saja, dalam beberapa hal, rasanya tidak asik untuk terlalu mengkritisi Erin Brockovich. It's a classic Julia Roberts fairy tale, hanya saja kali ini sang putri mengendarai mobil sport yang ia peroleh sendiri dari usahanya, dan seorang pacar yang selalu men support ambisinya dan menjaga anak anaknya di rumah.
Terdengar lucu dan tak lazim ? haha..


















Film ini ingin menjadi film tentang perjuangan perempuan yang bekerja, tapi setiap wanita yang bekerja kecuali Julia Roberts tampaknya akan terjebak dalam pekerjaan buntu, atau jalan ditempat. Bahkan di film ini juga terdapat rekan rekan kerja wanita yang jahat ( sangat stereotype ) - seorang pengacara wanita yang kaku, dengan rambutnya yang terikat rapi sampai keatas tanpa sehelai rambutpun yang jatuh.

Film ini sepertinya ingin mendramatisasi kan sebuah konflik antara bekerja dan menjadi ibu, tapi Erin malah membuat semuanya terlihat baik dan lancar, bahkan sebelum film ini berjalan setengah jalan. Para anak anaknya tidak mengerti dengan apa yang sedang ibu mereka lakukan, tapi mereka mendukungnya.
Erin sama sekali tidak memliki all that sexual stereotypes, yang memungkinkan kita menjudge nya sebagi wanita predator seksi yang hanya mengeruk uang, and yet her boobs get enought screen time to deserve their own line in the credits haha..

  














film ini berhasil membuat saya menyukainya didasarkan sepenuhnya pada kinerja yang sangat baik oleh sang bintangnya sendiri, Julia Roberts dan rekan kerjanya nya Albert Finney. Hubungan keduanya sebagai bos- dan asisten juga sangat menarik, entah kapan saya terakhir kali truly enjoyed menonton jenis hubungan kerja seperti ini, love-hate relationship yang memberikan percikan menarik di film ini, apalagi tanpa perlu kita menduga duga atau bertanya apakah akan ada unsur seksual di dalam hubungan tersebut. It's like, we just simply know it.

Para karakter dalam film ini cukup bertentangan, dan melihat mereka diadu dalam isu isu yang berbeda is just great things in cinema. Ceritanya atau latar belakang yang menjadi pusat isu yang dibahas dalam film ini bukanlah hal yang terlalu original ya  tapi sangat menarik untuk dilihat (terlepas dari didasarkan pada kejadian nyata), alur ceritanya yang mondar-mandir, kadang-kadang lambat, dan tebakan tebakan yang ada di film ini, semuanya bersatu menjadi faktor faktor penting yang tentu saja harus diperhitungkan. Dan, hal hal umum yang biasanya bisa dengan gampang merusak atau memperparah semua itu biasanya terletak pada fokus mereka pada karakter, karakter, dan karakter, dan film ini berhasil dalam memancarkan cahaya dari semua bintangnya.


















Bahkan Aaron Eckhart, yang menjadi kekasihr Julia Robert di film ini juga memiliki porsi yang penting, menjadi seorang pria yang berdiiri gagah di samping pacarnya, sambil menggendong bayinya, dan menyemangati sang wanita dalam membela apa yang dipercayai nya, dan itu segala nya yang dibutuhkan sang wanita. Meskipun film ini  sedikit canggih atau maju untuk saat itu, saya menemukan hal itu sangat menyegarkan untuk akhirnya melihat sebuah film yang lebih terfokus pada prestasi seorang wanita, bukan laki-laki. 

So, apakah film ini sendiri memberikan sebuah alur cerita yang penuh konflik dan tentakel tentakel yang rumit untuk dilepas atau bahkan tensi ketegangan yang sanggup membuat kita menahan napas ? tidak juga.
saya sendiri sewaktu menonton merasa santai saja, bahkan tidak penasaran dengan antusias akan apa yang akan terjadi selanjutnya. Tapi tentu saja, saya juga tidak mengharapkan film ini akan berpura pura menjadi sebuah thriller atau action.

It's an interesting, small tale of a woman, seorang wanita yang pada usia dewasanya, mantan miss beauty peagant, yang terjebak dalam kehidupan pasca perceraian, mantan suami yang brengsek, diambang kejatuhan secara finansial, dan  dengan 3 anak dalam usia rentan yang sangat harus diperhatikan dengan seksama, and again, kita tidak pernah tau awalnya, apa yang akan terjadi pada nya selanjutnya pada diri sang wanita, sampai sang wanita benar benar "keluar dan bertransformasi" dan menjadi sosok wanita yang kita akan temui di akhir film.Jika kau menyukai Julia Robert, tentu saja kau akan menyukai film ini.It's pretty inspiring, it's got one of the most feel-good last scenes in a movie this year, and once again, features a couple of charming performances by two great actors at the top of their game.
Thank you for that, Mr. Soderbergh. .

Monday, August 19, 2013

Lay The Favorite Soundtrack - List Of Songs

Tanpa soundtrack yang benar, gue yakin sebuah film tidak akan berfungsi secara efektif dan penuh.
Saat gue menonton film, music score dan soundtrack termasuk komponen utama selain komposisi storyline, akting, cinematography, dan hal teknis lainnya.

The best director's knew how to control the music in their film to help move along the story. Music is very important to a film. I mean, that's all you have, your eyes and ears, and whatever isn't dialogue or sound effects is music.

Selama film menunjukkan jati dirinya dengan suara, gambar dan jalan cerita. Soundtrack yang mengisi film akan selalu menjadi elemen yang penting dalam sebuah proses pembuatan film, dengan cara yang sama dengan quote quote serta karakter terkenal yang berhasil menjadi sama memorable nya dan mendapat tempat dalam sebuah budaya masyarakat umu di era modern ini. Film score sendiri sekarang sudah jauh lebih berkurang kepopuleran nya, dan banyak sekali film score yang bagus biasanya terlupakan begitu saja, dan semakin berkurang intensitas pembahasannya, dan terkesan menjadi sekadar elemen tambahan dalam film, padahal ini adalah elemen yang ikut membawa "kehidupan" dalam film tersebut.  The right " music " can make a bad movie good and a good movie great.

Berikut, sedikit bahasan akan beberapa soundtrack yang menjadi pilihan terfavorit gue selama ini . I believe the numbers will growing haha..

Let's the River Run - Carly Simon
Working Girl ( 1988, Melanie Griffith, Sigourney Weaver, Harrison Ford )

Weee...lagu ini sangat uplifting dan sangat memorable buat gue. Video Clip nya juga diambil dari potongan adegan film Working Girl, walau agak ilfeel dengan fashion era 80an, tapi gue menemukan diri gue sangat suka nonton clip nya sendiri dengan Carly Simon bernyanyi dengan bersemangat.
Btw, Carly won an Oscar and a Golden Globe for this song.


















































R has good taste in music!

 














Hopipolla - Sigur Ros
We Bought A Zoo ( 2011, Matt Damon, Scarlett Johannson )

































The right " music " can make a bad movie good and a good movie great. 

















Peter Sarstedt - Where do you go to ( my lovely ) 
Hotel Chevalier ( 2007, Wes Anderson's short movie )

Its so easy to love this song. Mengiringi film pendek Wes Anderson yang merupakan bagian dari alternate universe dan short prologue yang dibangun Anderson untuk The Darjeeling Limited ( 2007 ).
I'm not a big fans of Anderson. Film film dia juga termasuk segmented ya, tapi bukan segmented ke arah gore, gelap atau yang susah dimengerti seperti gaya gaya kubrick. Anderson is more simple but yet artsy in his own way haha..


 














 ******




















Special mention to :

Numbers don't lie - The Mynabirds ( Warm Bodies )
Grow old with you - Adam Sandler ( The Wedding Singer )
An Irish Party in Third Class - Gaelic Storm ( TItanic )
Concerning Hobits - Howard Shore ( The Lord of the Rings )
Driving Miss Daisy - Hans Zimmer ( Driving Miss Daisy )
Animal Song - Savage Garden ( The Other Sisters )
September - Earth, Wind and Fire ( The Intouchables )
All song in Les Miserables musical by Claude-Michel Schönberg, and Alain Boublil
I Won't Dance - Fred Astaire ( Roberta )
La Vie En Rose - Edith Piaf ( La Vie En Rose & Sabrina )
Waltzing Matilda - Tom Waits ( Australia )
You Always Hurt Someone You Love - Ryan Gosling ( Blue Valentine )
Here's Come Your Man - Pixies ( 500 Days of Summer )
The Joy Formidable - Endtapes ( Eclipse )
Neutron Star Collision - Muse ( Twilight )
Turning Page - Sleeping at Last ( Breaking Dawn )
Hungry Heart - Bruce Springsteen ( Warm Bodies )
Sugar Town - Zooey Deschanel ( 500 Days of Summer )
Mr. Brightside - The Killers ( The Holiday )
Moon River - Henry Mancini ( Breakfast at Tiffany's ) 
Bruce Springsteen - 'Streets of Philadelphia' ( Philadelphia )

Wednesday, August 14, 2013

Review : The Graduate ( 1967 )

The Graduate (1967)

Starring : Dustin Hoffman, Anne Bancroft, Katherine Moss
Directed by : Mike NicholsWriters:Calder Willingham , Buck Henry

 

The Graduate (1967) adalah salah satu  film dari akhir 1960-an yang menghebohkan serta membawa banyak hal baru, dan membantu menggerakkan era baru pembuatan film. Film ini adalah semua komedi satir yang menggigit  tentang seorang pria lulusan perguruan tinggi yang looks like lost cat, a person who can't make any thing or any situation work right for him or her; unassertive and shy,  yang menemukan dirinya terasing dan terpaut dalam pergeseran, adat istiadat sosial dan dalam hal seksual di tahun 1960-an, dan mempertanyakan nilai-nilai masyarakat . Tema film  ini juga mencerminkan perubahan yang terjadi di Hollywood, dan sebagai ujung tombak baru ialah sutradara muda yang muncul ke permukaan. Sutradara Mike Nichols, yang sebelumnya sukses dengan Who's Afraid of Virginia Wolf (1966), dan dengan film keduanya ini, langsung saja melambungkan namanya dan menjadi sutradara baru berbakat setelah memenangkan Academy Award dari film ini.

Film ini dibuka dengan munculnya wajah close up Benjamin Braddock ( Dustin Hoffman ), seorang pemuda berusia 21 tahun ( yang saat itu aslinya sudah berusia 29 tahun, dan film ini juga merupakan first major film role untuk nya ). Terlihat ia sendiri dan terisolasi. He is. Tapi saat sorotan kamera melebar, terlihat bahwa ternyata dia sedang berada di pesawat dengan banyak penumpang dengan segala usia. Benjamin sedang dalam perjalanan kembali ke rumah orang tuanya di LA dari kuliahnya di East Coast. Benjamin terlihat sebagai pemuda pemalu, dan raut wajahnya tak menunjukkan banyak ekspresi, blank, expressionless, zombie-like look. Ekspresi datarnya itu mencerminkan perasaan kosong, sementara lagu The Sounds of Silence mengiringi sebagai soundtrack, seakan memperkuat kesan asing nya Benjamin dengan lingkungannya.












Perasaan terasing ini terbawa ke dalam kehidupan keluarga Benjamin. Orangtuanya (William Daniels dan ElizabethWilson) telah mengatur pesta rumah menyambut untuknya, mengundang semua teman-teman mereka sendiri daripada teman teman Benjamin. Mereka tidak berniat buruk, mereka hanya ingin memamerkan anak yang mereka banggakan selama ini, namun Benjamin ingin tidak ada bagian dari acara tersebut. Dia khawatir tentang masa depannya, dan butuh waktu berpikir. Orang tuanya bersikeras dengan kehadirannya, dan Benjamin akhirnya berada di tengah tengah pembicaraan orang banyak, berbasa basi, dan terjebak dalam banyak obrolan konyol yang tidak dipedulikannya.

Tidak tahan dengan semua itu, Benjamin memilih kabur ke kamarnya, dimana ia bertemu dengan Mrs. Robinson ( Anne Bancroft), istri dari partner bisnis ayahnya. Disaat ia ingin sendiri saat itu, Mrs. Robinson malah bersikeras meminta Benjamin untuk mengatarnya pulang. Dan saat Benjamin tersadar, ia sudah berada di rumah keluarga Robinson yang besar, sepi, bersama sang nyonya rumah sendirian, dan Mrs. Robinson sendiri bersikeras agar Benjamin tetap disana sampai suaminya pulang. Disini kita mulai melihat kelihaian Mrs. Robinson dan betapa manipulatif nya ia lewat kata katanya, yang sampai membuat Benjamin bingung sendiri haha..poor guy. Disaat obrolan mulai semakin intim, Mrs. Robinson play her tricks, and BAM ! suddenly Benjamin dan Mrs. Robinson berada di kamar anaknya, dimana Mrs. Robinson mulai membuka baju nya.
Okay. What ?












" Mrs. Robinson, are you trying to seduce me ? "

Secara samar, kita melihat Mrs. Robinson yang telanjang direfleksikan di gelas yang berada tepat d depan foto anak perempuannya, sehingga seakan me-misteri-kan penampakan  akan wanita kedua yang akan mengambil peran besar juga dalam film ini. Dalam situasi yang awkward in many level tersebut, Benjamin ketakutan, tapi Mrs. Robinson sendiri tetap tenang bahkan " menyodorkan' dirinya sendiri kepada Benjamin. Benjamin buru buru keluar kamar, dan ternyata langsung berhadapan dengan Mr. Robinson, dimana seketika saat perasaan Benjamin sedang berantakan, Mr. Robinson malah mulai mengobrol dengan santai seakan Benjamin anaknya sendiri.

Scene kemudian beralih ke rumah keluarga Benjamin, saat ulang tahun Benjamin yang ke 21, dan seperti biasa, orang tuanya mengadakan pesta besar ( dan lagi ) mengundang hanya teman teman mereka, bukannya teman Benjamin.
waktu pun berlalu, dan " tawaran " godaan Mrs. Robinson  mulai menarik perhatian Benjamin. Dan disitulah semuanya mulai berubah ( you know what i mean ). Musim panas berlalu, dan Benjamin hanya bermalas malasan menghabiskan waktu di rumah orang tuanya, dan pada malam harinya, di tempat tidur bersama Mrs. Robinson. Saat itu muncul Elaine Robinson, yang juga sedang pulang ke rumah saat libur kuliah, atas desakan orang tuanya, Benjamin pun mengajak Elaine pergi kencan, yang sama sekali tidak dikehendaki Benjamin.
Bagaikan benang kusut, disaat Benjamin mulai jatuh cinta kepada Elaine, dan Elaine sendiri akhirnya mengetahui hubungan gelap antara Benjamin dan IBUNYA sendiri.

*********

" This is Benjamin. He's a little worried about his future."

Bertemakan tentang seorang pemuda polos dan bingung yang dieksploitasi dan salah pengarahan, digoda ( literally and figuratively ), dan dikhianati oleh generasi yang lebih dewasa, korup dan manipulatif, ternyata bisa dipahami dengan baik oleh audience era tersebut, serta mampu menangkap semangat yang ada saat itu. Haha.di posternya sendiri, terlihat postur tubuh Hoffman yang lusuh dan tanpa semangat tapi begitu berfokus melihat kemolekkan kaki Mrs. Robinson,  seakan memproklamirkan kesusahan  serta kesulitan dan gejolak jiwa seorang pria, masih mudah, fresh graduate, tapi belum menemukan tujuan baru

Dua generasi yang berbeda juga tercermin dalam dualitas lainnya: dua wanita yang saling bersaing ( yang satu masih muda, polos serta tak bersalah,  Elaine dan yang satunya sebagai sosok yang lebih tua tapi penggoda Mrs Robinson), dan keduanya merupakan ibu dan anak, btw. Dan juga setting 2 tempat yang berbeda di California ( LA dan Berkeley ) dan dualisme budaya masyarakat yang tidak hanya ada di Amerika ( Materialistic vs Intellectual ), dan tak lupa juga, yaitu dualisme karakter Benjamin, yaitu keutuhan moral, keraguan vs komitmen.
Sudah ada ketidakpuasan yang tumbuh dengan status quo dan "nilai" yang beredar di masyarakat kelas menengah saat itu, dan film ini seperti memberikan terobosan yang mencerminkan bahwa suasana anarkis sempurna dalam film ini ,  ternyata cocok bagi kaum muda Amerika tahun 60-an yang sedang dibayangi Perang Vietnam.

Namun, dalam dalam banyak kajian tentang film ini, Nichols sebenarnya ingin menggambarkan bagaimana arah tanpa tujuan dan kurang bersemangatnya generasi muda saat itu melalui karakter Benjamin, - dan akan menjadi seperti apa mereka saat mendekati usia dewasa menjelang paruh baya ? Dan tepat pada tahun yang sama, muncul Bonnie and Clyde ( 1967 ), yang juga menjelma menjadi salah satu film yang sangat populer dengan tema tema yang kental dengan unsur generasi muda dan pencarian jati diri.

Melengkapi semua ini, duo Simon and Garfunkel ikut ambil bagian dengan melanjutkan kepopuleran album grammy-winning mereka, The Sounds of Silence untuk soundtrack film ini, dengan lagu lagu yang mempunyai lirik dengan arti mendalam, kecuali lagu Mrs. Robinson yang dibuat khusus untuk film ini.
The Graduate mendapatkan 7 nominasi Academy Award, termasuk Best Pictures, Best Actor ( Dustin Hoffman ), Best Actress ( Anne Bancroft ), Best Supporting Actress ( katharine Ross ), dan Best Director ( Mike Nicholls ). Filmnya memenangkan hanya 1 dari 7 nominasi tersebut, yaitu Best Director.

Kefektifan film ini terletak pada 3 aktor utamanya, ketiga aktor yang mendapat nominasi Oscar di kategori akting. Katharine Moss sebagai Elain yang berhasil memberikan dimensi lain akan sebuah peran yang sebenarnya bisa dibawakan dengan gampang sebagai " girl next door " yang sudah stereotype. Anne Bancroft is oustanding, perannya sebagai Mrs. Robinson yang pemangsa dan dominan, yang berhasil menjadikan karakter Mrs. Robinson sebagai karakter yang paling tidak disukai di antara 3 karakter utama tersebut.
Bancroft, bagaimanapun, berhasil menyalurkan karakternya sebagai wanita paruh baya yang  bosan, penuh sinisme, membenci diri sendiri, tapi juga cerdas dan manipulatif.

 





















The best acting in the film, however, is the work of Dustin Hoffman. Benjamin adalah satu satu nya karakter dalam film ini yang diperlihatkan mengalami perubahan sikap, dari seorang pemuda yang pasif dan kebingungan sebelum ia bertemu Elaine. Entah itu saat dia menggeliat karena malu saat pesta orang tuanya atau tindakan epik heroiknya di pernikahan Elaine, Hoffman sangat menyakinkan dan menunjukkan perubahan. Performa nya seperti bertumbuh dan menggabungkan dualisme yang menjadi unsur awal di film ini menjadi satu, dan membuatnya saling bertautan dan akhirnya bisa dimengerti, yang ternyata berhasil menangkap image atau gambaran generasi muda saat itu, dan mendorong Hoffman menjadi bintang instan dalam peran layar lebar utama pertamanya..

The Graduate adalah film yang menunjukkan inovasi dari gaya penyutradaraan Nichol, dan menjadi fokus  baru dalam budaya generasi muda saat itu, seperti penggunaan musik dan lagu pop/rock sebagai salah satu unsur penting dalam penyampaian maksud dan arti film ini, dan ternyata Nichols berhasil. He have Oscar statue to prove it.

The Graduate is truly a landmark in American cinema.

Tuesday, August 13, 2013

IMZ ; " The Awards ( Liebster and Sunshine )"

Someone said that sharing is caring, so..
here we go..hahaha...*wink
















Liebster Award
Jadi di Liebster Award ( which btw  i have no idea what it is haha..), katanya berisi 11 pertanyaan yang sudah menyebar antar sesama blogger, dan  dari yang pertama nge-tag gue, dan yang nge-tag gue adalah kakak Natanael Christanto, dan i follow his step..
so here we go..
******

01. Tell me your favorite local director and their movie that you’d recommended?

oh..tricky question for me, karena gue bukan penggemar berat film film lokal.
But sure, film lokal pertama yang bikin gue heboh dan langsung pengen ikut nyanyi adalah Petualangan Sherina ( 2000 ), and the man behind this is Riri Riza. Gue hampir suka film filmnya, mulai dari the famous Laskar Pelangi ( 2008 ), Tiga Hari Untuk Selamanya (2007), Atau Gie ( 2005 ).
Dan masih ada Lola Amaria dan Djenar Maesa Ayu, yang masing masing gue sukai atas film mereka, Minggu Pagi di Victoria Park ( 2010 ) dan Mereka Bilang Saya Monyet ( 2009 ). Sebenarnya masih ada 2 lagi film Lola Amaria yang sedang dicari dan sangat di-penasaran-kan, yaitu Betina ( 2006 ) dan Sanubari Jakarta ( 2012 ). Semoga bisa menonton keduanya nanti.


02. Sequels, yay or nay?

Maybe nay.
Gue bukan penentang absolut sequel, karena bagi gue, hampir 80% sequel yang beredar saat ini, semuanya hampir menjerumuskan film pertama yang mengangkat nama film tersebut. Toh kenyataannya memang banyak film film yang sebenarnya tidak perlu dilanjutkan, tapi tetap saja diciptakan dengan 1001 alasan. Padahal "lagu" dan resep  yang dipakai tetap saja sama dengan film pertama.

Film film seperti ini hampir mayoritas adalah yang film pertama nya mendapat predikat "film-coba-coba". Maksudnya coba coba dulu di pasaran, kalo booming, rame, laku dan untung, baru bisa dibuat sequel, kalo tidak, at least balik modal ajalah hehe..
Memang tidak semua sequel itu buruk atau membuat sakit mata, jadi ya, mereka ada di kumpulan 20% itu haha..


03. Tell me what movie you hate but everybody seemed to love?

 I never like Titanic ( 1997 ) and Romeo & Juliet  ( 1996 )

Titanic for me is just simply mega-annoying love story, with gigantic cruise ship as background and Celine Dion's song that makes everything look overrated. And for Romeo & Juliet, i never like this stupid love story from Shakespeare since from the day that i can read haha.., so i guess, any Romeo & Juliet's movie will be damned for me!!

*dan kemudian di demo massa haha..

04. Tell me what movie you love but everybody seemed to hate?

















and how many of you expect me will say 'Twilight ?"
haha..
Honestly, i never give a damn about that movie, i fell in love with the books, not the movies.
Eniwei, i choose Australia ( 2008 ). Banyak komen negatif  yang pernah gue baca atas film ini, apalagi sering dicap sebagai Gone With The Wind wannabe haha..
But i simply love it. Hugh Jackman dan Nicole Kidman kebetulan adalah aktor favorit gue, dan oh cowboy thing di film ini juga jadi nilai plus plus
haha..



05. How many movies do you usually watch in a month (in cinema, at home, whatever)?


Gue gak terlalu banyak nonton dalam waktu satu minggu. Somehow tergantung mood juga. Apalagi gue juga sibuk kerja, jadi kadang pulang rumah pun sudah capek dan males banget buat nonton. haha
Kalo gue lagi gandrung dengan serial, bisa bisa 2-3 hari habis sih, tapi kalo lagi males nya..beuh..
kadang 1 minggu boro boro ada nonton . Jadi ya, give or take 2-3 film lah setiap minggu.


06. How many times a month do you usually go to the cinema?

Di daerah tempat tinggal gue tercinta ini, tidak ada bioskop. Bioskop masih menjadi produk langka disini haha..
Palingan nonton di bioskop pas sedang berkunjung di kota besar lain, dan jumlahnya random alias tidak pernah sengaja menghitung ( ain't have no time for that ) haha..

07. Style or substance?

errr,,,both ?


08. Foreign film. Yay or nay ? 

 
Definetely Yay ! walau digit tontonan saya belumlah terlalu banyak haha..
So far, Foreign selalu identical dengan film film berbahasa di luar bahasa Inggris . Prancis so far selalu yang lebih spotlight ketimbang film asing lainnya. Tapi saya selalu punya soft spot di hati gue untuk film film dari timur tengah, yang kita ketahui sendiri, situasi disana sangat tidak kondusif dan stabil, and yet, walaupun tidak “seheboh” eropa atau amerika, dan tidak terlalu produktif, tapi film yang mereka hasilkan selalu mampu membuat kita menengadah dan kagum.


09. Which one do you prefer, Vague cliffhanger or happy ending ?
Of course happy ending haha..
I hate cliffhanger !, apalagi karena gue adalah tipe kepoan terhadap hal hal yang belum tuntas. Rasanya menonton film yang cliffhanger type seperti itu akan memakan banyak energy sekali haha, karena sudah pasti setelahnya, gue akan kalang kabut browsing di internet mengenai arti, makna, esendi dari ending yang cliff-the-fnck-hanger itu.
so, yeah..tipe happy ending person haha..


10. Who’s your favorite villain ( or super villain ? )

Pastinya Jim Moriarty versi Andrew Scott di Sherlock BBC. How can that magnificient bastard become sooo smart, charming, handsome and creepy at the same time ? 

 11. Who’s your favorite movie pet ?

Big NO for every mouse, pig, snake, lizard and YES YES YES to dog, horse, cat and fish haha..


Dug the Dog in UP ( 2009 ) is quite possibly one of the most adorable animated animals ever to hit the big screen. He and his fellow talking dogs really make me smile.
Oh dan juga anjing di film film Air Bud. Dunno why, but I always have soft-spot for Air Bud ( 1997 ). Kevin Zegers is my first celeb-crush,  dan keluarga gue sendiri begitu gemar memelihara anjing sejak dulu hingga sekarang, we have one now and his name is “ Kwankie”. and have adorable and yet cocky face haha... He’s been my family pet since 6 years ago. 


 *******




11 random facts about me



Gue selalu kedinginan saat tidur, jadi hampir selalu make kaos kaki saat tidur haha..
to be honest, gue orang yang gak tahan dingin. Cuaca dingin sehabis hujan ? telinga dan hidung gue biasanya memerah dan terasa dingin banget

Gue Pernah suatu malam, pulang rumah udah larut dan lupa cuci piring, jadi piring masih bertumpuk di tempat cuci piring, dan gue gak bisa nyuci nya saat itu, karena bokap bisa ngomel hebat Jadilah gue susah tidur sepanjang malam karena kepikiran terus dengan piring piring kotor sialan tersebut ( Sepertinya gejala OCD, tapi gue menolak percaya wkwk )

I hate baby-face actor and blonde Actress with thick lips and big eyes.

Gue dulu pernah disinisin ama temen satu kelas karena jadi murid kesayangan guru yang paling dibenci, yaitu guru Pajak :v

Err..i love reading erotic twilight fanfiction *kibas kibas rambut

Gue selalu make jam tangan setiap hari. Pernah jam tangan gue rusak, dan belom sempet ke tempet servis jam, dan gue berhari hari make jam tangan rusak itu. Rasanya aneh aja kalo ngga make jam haha..

I have a very weird obsession with british and irish thingies. Buat gue aksen british itu adalah mantra guna guna yang sangat seksi, dan all about irish, mulai dari bahasa, lagu, sejarah, cerita, barang barang, itu terasa otentik dan berbau etnik yang sangat tajam. Dan sanggup bikin gue betah berjam jam mencari tahu akan hal itu.

I hate horror movie. Alasan terhormat nya adalah karena gue menolak di-entertein dengan cara ditakut-takuti seperti itu. Alasan asli nya hanya gue yang tau wkwk..

I love Robert Pattinson, tapi tidak menyukai hampir semua filmnya. I only lust him for his good-looking face and smokin’ hot body nyahaha... Kebalikan dengan Kristen Stewart, gue kurang menyukai dia secara personally dia, tapi menyukai hampir semua film filmnya. Psssstt..

I have celeb-girl-crush toward Emily Blunt and Renee Zelwegeer. Nuff said.

I was real-life-version of Chandler Bing and Monica Geller combined.  
 

**********

















Sunshine Award
Next, Sunshine Award! I have to answer 10 questions about myself. Here it goes:


Favorite Actress : Emily Blunt 
And also Meryl Streep, Grace Kelly, Nicole Kidman, Toni Collette and Reene Zelweeger
















Favorite Actor : James Stewart
And also Gary Cooper, Ryan Gosling, Hugh Jackman,  Michael Fassbender and Gary Oldman




       Favorite Book : from my childhood - " The Tale of Johnny-Town Mouse  "
(  and also all Mitch Albom's and Enid Blyton's. the list is long, guys, so I randomly pick haha..)



·    
Favorite Food : Definetely " Pecel." 

Don’t get me wrong, selera kuliner gue tetep masih condong ke  European and Asian cuisine, tapi Indonesian cuisine tetep nomer siji ! and I hate Italian, that’s including all kind of pasta haha..





·        













    Favorite Desert : never found myself like desert. I hate sweetness, but I will craving for some cheese soufflĂ© and ice cream.




·       













TV Shows : Every show that have Gordon Ramsay in it.


       

 



















 


        Other Hobbies ?

Selain menonton, gue juga bookish type banget haha.., yes, reading, and also i have a big passion for cooking. Gue paling suka bereksperimen dengan menggabungkan resep.


Favorite Singer ?
So easy to answer.., the one and only Sigur Ros.
But also i'm a big fans of Michael Buble, Mumford and Sons, Frank Sinatra, Edith Piaf, Gaelic Storm, ABBA and The Corrs


   








  
Number ? 9






 












Phone Apps ? Flipboard






The Liebster Award
    What you guys need to do:

    For Liebster Award, you have to answer 11 questions from me (listed below) and write 11 facts about yourself. Continue nominating other 10 blogs, post the award logo, include links to their blogs, notify them that you nominate them, and the process continues.
     
    The Sunshine Award
      For Sunshine Award, you have to answer 10 questions about yourself (you can create the questions by your own or simple follow the questions I use). Continue nominating other 10 blogs, post the award logo, include links to their blogs, notify them, and the process continues.
         
         
      And 11 question from me :

      1. Film paling lawas / jadul yang pernah ditonton adalah..
      2. Soundtrack favorite ? gimme 5.
      3. Coming of age movie or road movie ?
      4. The most awsome director ?
      5. Peter Parker or Bruce Banner ?
      6. favorite movie from Oscar Winner ?
      7. Dewi Persik atau Nikita Mirzani ?
      8. setting lokasi syuting favorit ? film apa ?
      9. Film favorit adaptasi dari buku ?
      10. Film favorit based on true event ?
      11.  Film kesayangan ?