Wednesday, September 18, 2013

Review : Bridge To Terabithia ( 2007 )

BRIDGE TO TERABITHIA
Starring : Josh Hutcherson, Anna Sophia Robb
Writer : Jeff Stockwell, David Paterson
Director : Gabor Csupo





















Jika lemari ajaib yang mengantarkan anak anak keluarga Pevensi ke kerajaan ajaib Narnia, maka bagi Jess Aarons ( Josh Hutcherson ) dan Leslie Burke ( Annasophia Robb ), sebuah tali lah yang mengantarkan mereka ke sebuah dunia fantasi yang mereka panggil Terabithia. Mungkin kita bisa melihat hubungan pararel yang jelas antara Chronicle of Narnia nya C.S. Lewis dengan buku nya Katherine Paterson ini, yang kemudian diadaptasikan oleh anak Paterson sendiri, David, ke sebuah layar lebar. Kedua cerita ini memiliki sebuah persamaan, yaitu keduanya sama sama melibatkan dunia fantasi dan dengan para pahlawan nya yang masih muda masuk kedalamanya, dibalik kenyataan itu, kedua buku ini sama sama juga sukses bertransisi ke layar lebar.
Sang sutradara, Gabor Csupo mungkin berhasil menghadirkan aspek aspek lembut tapi memilukan dari kisah Paterson ini, tapi ketrampilan dan skill nya yang handal sebagai seniman animasi lah yang memperkaya Bridge To Terabithia dengan imajinasi yang indah.


















Seiirng usia, dan sebelum pikiran pikiran mereka diisi oleh hal hal yang nyata, anak anak cenderung menghabiskan banyak waktu mereka untuk berimajinasi dan menjalani imajinasi itu sendiri. Dalam beberapa kasus, hal itu dilalukan karena kebuthan. Dalam Bridge To Terabithia, baik Jess dan Leslie memasuki dunia Terabithia untuk mendapatkan kebebasan dan kelonggaran dari masalah yang mereka hadapi di rumah atau sekolah. Jess sendiri kesulitan untuk bergaul dengan siapapun, bahkan dengan saudara dan orang tuanya. Sebagai satu satunya anak lelaki di keluarganya, Jess merasa sulit untuk dekat dengan ayahnya, yang terlihat lebih dekat dengan kakak dan adik perempuannya, tapi terlihat tidak peka atau bersikap keras terhadap Jess, yang diam diam memiliki kerinduan untuk dekat dengan ayahnya. Jess juga kesulitan di sekolah, ia adalah korban bully teman temannya, dan ia juga seorang seniman yang berbakat, yang berusaha mencari penghiburan dalam buku buku gambarnya.

Kemudian Leslie pun muncul. Leslie merupakan anak yang memiliki pemikiran yang kreatif dan suka berpakaian ala punk, Leslie juga dikucilkan oleh teman sebaya nya karena terlihat dan berprilaku aneh, dan karena sama sama merasa sebagai outsiders di lingkungannya sendiri, baik di rumah dan sekolah, dan juga ternyata mereka tertetangga, mereka kemudian menjadi sahabat yang sangat akrab. Mereka berpetualang ke hutan terdekat, dimana Leslie menemukan sebuah tali liar tergantung diantara sungai kecil, dia pun berayun dengan tali itu ke seberang sungai, dan dari situlah imajinasi keduanya terbuka lebar, dimana mereka seperti menemukan sebuah portal menuju dunia ajaib Terabithia yang dipenuhi makhluk makhluk aneh. Leslie pun mengajak Jess dan berbagi imajinasi akan Terabithia, dimana disini kedua anak muda ini berkuasa sebagai Raja dan Ratu, berperang melawan raksasa, troll, ogre, yang mereka bayangkan sebagai perwujudan teman teman mereka yang jahat yang sering mem bully mereka di sekolah.















Bridge To Terabithia, merupakan sebuah cerita tentang persahabatan yang terisolasi. Yang mempelajari dan menguji rasa sakit yang diderita oleh anak anak seperti Jess dan Leslie, yang memiliki waktu yang sulit untuk beradaptasi di lingkungannya sendiri, dan selalu merasa terasing dan merasa tersingkirkan. Hubungan persahabatan Jess dan Leslie sangat mendalam, bahkan kadang mengisyaratkan hal hal tentang perasaan cinta dan rasa nyaman terhadap satu sama lain. Persahabatan mereka dan Terabithia merupakan sumber penting akan kenyamanan di dalam keduanya di dalam hidup mereka yang bermasalah.

Dalam Bridge to Terabithia, Csupo berhasil membawa keluar hal hal mistis dan keindahan Terabithia, seperti bagaimana Csupo memberikan nuansa berpetualang di dalam hutan yang kita sebagai penonton melihatnya sama sekali sebagai hutan biasa, tapi kita seperti dinasehatkan dan diajak untuk melihat semua itu dari kacamata imajinasi Jess dan Leslie ( terutama Leslie ).  

" Just close your eyes, but keep your mind wide open." 

Lebih dalam lagi, Bridge to Terabithia lebih mengetengahkan tentang mewakili apakah Terabithia itu, dan itulah sebabnya apa yang terjadi di dunia nyata lebih penting. Aspekinilah yang berusaha disatukan oleh Cuspo, dan dibantu oleh performa yang kuat dan baik dari Josh Hutcherson dan Anna Sophia Robb.
Baik Josh maupun Anna, sangat mampu memberikan performa yang efektif, dan memang film ini bergantung pada performa mereka, karena kita harus percaya akan persahabatan keduanya, baru bisa melihat dimana keindahan film ini, and they succeed.

















Jess yang introvert dan Leslie yang extrovert berhasil dihidupkan oleh Josh dan Anna. Kemudian para karakter pendukung yang tetap berada di belakang sampai karakter mereka maju memberikan kontribusi dalam cerita, seperti Zooey Deschanel sebagai guru mereka, Robert Patrick, sebagai ayah Jess, dan Bailee Madison yang masih sangat muda, yang memberikan performa yang sangat baik.

Walau filmnya sendiri yang bertemakan fantasi, Bridge To Terabithia tidaklah dipenuhi oleh banyak spesial efek. Mungkin beberapa teknologi CGI diperlihatkan, tapi tidak terlalu sering. Terabithia adalah dunia imajinasi,

Terabithia is a land of imagination and, for the most part, Csupo keeps it that way.

Film ini memang magical, ajaib dan penuh fantasi, tapi tidak dijalur yang sama dengan Chronicle of Narnia. Bridge To Terabithia berhasil menyentuh hati kita tanpa berusaha terlalu keras atau memaksakan unsur unsur magical nya,
Ini semua mengingatkan kita bahwa kreativitas kadang harus didorong pada anak-anak, sebuah dunia dimana mereka bisa mendapatakna perlindungan sementara, ketika warna realitas berubah abu-abu.

Bridge To Terabithia is not only one of the best family films of 2007, it's one of the finest film adaptations of children's literature.

No comments:

Post a Comment