Friday, October 11, 2013

Review : Drinking Buddies ( 2013 )




Drinking Buddies
Starring : Olivia Wilde, Jake Johnson, Anna Kendrick, Ron Livingston
Director : Joe Swanberg.
 














Sering di dalam film film komedi romantis banyak menjual hal hal yang overcomplicated dan terlalu dreamy, seperti mencari seorang suami dalam 30 hari, merayu seorang pria demi bahan analisa untuk menulis sebuah artikel atau buku, atau mengangkat tinggi tinggi bombox sambil menyatakan cinta dan komitmen  untuk memenangkan hati figur otoritas juga merupakan ayah sang perempuan yang dicintai.
Geez..

"Drinking Buddies is delightfully simple"

Bercerita tentang 2 teman kerja yang juga merupakan sahabat baik, yang menemukan bahwa hubungan persahabatan mereka diujui saat mereka mengeksplorasi hubungan mereka masing masing dengan orang lain.

Kate ( Olivia WIlde ) dan Luke ( Jake Johnson ) are best friends.
Keduanya bekerja di sebuah pabirik bir di Chicago. Kate merupakan satu satunya karyawan perempuan di pabrik tersebut. Ia mengurus pembukuan, marketing hingga ke even planner. Sedangkan Luke adalah sosok happy-man kinda guy, berjenggot lebat, sering memakai topi dan banyak bicara. Mereka memiliki salah satu hubungan platonis yang santai, casual tapi mendalam, mulai dari saling menggoda, saling mengejek tapi selalu tersenyum penuh makna terhadap satu sama lain. It's almost like brother-sister relationship - kecuali kita bisa merasakan ada sesuatu yang lebih, yang tertimbun dalam dalam diri keduanya, yang sama sama menolak untuk mencari tahu.




















Keduanya pun sebenarnya sedang berpacaran dengan orang lain. Luke malah sudah serumah dan berencana menikah dengan Jill ( Anna Kendrick ), dan Kate juga sedang mengencani Chris ( Ron Livingston ).
Semuanya sebenarnya terlihat harmonis dan mereka bahagia.
Kedua pasangan ini mulai merasakan tensi yang berbeda saat mereka kencan ganda dan berlibur di rumah pondok orang tua Chris di pinggir danau saat weekend.
Agak lucu sebenarnya melihat bagaimana Jill lebih banyak menghabiskan waktu dengan Chris yang penuh dengan suasana sunyi, jalan jalan di hutan, dan penuh dengan obrolan awkward, tapi dari situ kita malah bisa merasakan chemistry diantara mereka. Begitu juga dengan Kate yang benar benar having fun bersama Luke, berenang di danau, sama sama menyukai bir, bermain black jack, hingga mengobrol dan bercanda hingga pagi.
Well, boleh dikatakan kalau garis batas sudah terlewati, dan banyak kemungkinan yang mulai terlihat dan terbuka.

Saat mereka kembal ke Chicago, ke 4 orang ini mulai merasakan dampak dari weekend yang lumayan awkward itu.
They have to deal with the consequences of what happened, what didn't happen, and what could happen.
















Olivia Wilde dan Jake Johnson sungguh sangat cocok satu sama lain, mereka sangat cocok untuki will-they or won't-they tension. Obrolan yang ada diantara mereka sangatlah casual, layaknya sepasang sahabat,  sailing menggoda, mengejek, memukul, hingga kontak fisik yang bisa dengan gampang kita bayangkan jika kita sendiri sering bersikap seperti itu terhadap sahabat kita sendiri.
Tapi saya melihatnya hal itu sangat romantis sekali, mulai dari gesture hingga topik obrolan mereka yang sama sama keduanya penggemar berat bir, sandwich dan mustard, sangat terlihat seperti murni Teman Tapi Mesra tanpa embel embel seksualitas, tapi kita entah kenapa dipaksakan mengesampingkan kecurigaan tersebut karena adanya 2 tokoh lain yang merupakan pasangan mereka, dan mereka sama sama harmonis. Ini awalnya agak membingungkan untuk saya, karena awalnya kita disajikan fakta jika Katie dan Luke sama sama berpacaran dengan orang lain, dan terlihat bahagia, tapi kita tidak bisa tidak merasakan chemistry yang  ada diantara mereka.

Performa keduanya juga likeable, alias susah untuk tidak menyukai mereka, mereka berhasil membawa chemistry yang ada berubah dari friends to lovers.
Keduanya adalah sosok yang cerdas, lucu, santai dan mempunyai toleransi yang tinggi terhadap alkohol.

Tapi Swanberg perlahan mulai melucuti kepribadian masing masing yang mendasari setiap karater, hal hal yang menjadi jangkar yang kuat dalam hubungan mereka, atau hal hal yang merupakan weak link dalam hubungan mereka.
Kate, walau saat itu berpacaran dan berkomitmen dengan Chris, ia tidak ingin menginap dirumah pacarnya sendiri. Ia sebenarnya cukup nyaman dengan hubungannya fisiknya dengan Chris, tapi tidak secara emosi.
Sementara Luke, sebenarnya sudah memilki hubungan yang lebih mendalam dengan Jill. bahkan mereka saling melengkapi kekurangan masing masing, daripada saling mengeluhkan hal tersebut.













Yang menarik adalah film ini menghindari konflik konflik konvensional, sebagian besar keterlibatan emosional antara Luke dan Kate tidak pernah benar benar meledak, seperti Luke yang memutuskan bersabar dan diam, daripada mengkonfrontasi atau marah karena cemburu saat Kate dirayu oleh teman kerja mereka yang tidak disukai Luke
walau kau tidak pernah tertarik dengan orang tersebut sebelumnya, melihat mereka dengan seseorang yang tidak kau sukai, tentu itu siksaan yang pahit, and eventually, self-torture.
Luke yang cemburu dengan Dave seperti menempa keretakan dalam hubungan mereka yang terasa seperti serpihan dramatis, sebuah hal kecil yang kembali mengikat persahabatn mereka dan "memaksa" mereka mengetahui perasaan yang mengintai dibawah permukaan tenang persahabatan mereka yang platonis.
Sementara itu, kedua karakter lainnya, Jill dan Chris, juga sama santai nya dalam perasaan mereka, tidak ada kecemburuan yang berlebih atau kecurigaan, bahkan mereka menghindari konflik dengan pasangan masing masing.
Sehingga apa yang saya tangkap adalah, memang hubungan mereka dengan pasangan masing masing damai dan harmonis, tapi sama sekali tidak terlihat passion atau gairah. 

Swanberg ternyata berhasil memperlihatkan sebuah hubungan, sekaligus menganalisa nya tanpa memerlukan teriakam histeris dramatis Katherine Heighl, atau gesture gesture heboh yang bisa membuat kita menonton mual haha..

Pada akhirnya , Drinking Buddies adalah alternatif yang luar biasa ke seluruh lanskap rom - com , karena ini tentang orang, karakter , kehidupan , tapi bukan drama .
Tentu saja, apakah Kate dan Luke apakah akan besama nantinya terserah kita yang memikirkan, tapi apa yang paling menarik adalah apa yang mereka, dan saya sebagai penonton, pelajari dalam proses ini, yang lebih jauh bermanfaat daripada sebuah misteri yang diselesaikan di akhirnya.

Easily become one of my favorite this year.