Sunday, August 30, 2015

Is Piper Chapman Actually the Worst?

Orange Is The New Black ( TV Series 2013 - )
creator : Jenji Kohan

*****






























Is she the worst ?  In short, yes. But the entire point of her character is to be as such, so in a cruel twist of fate, it works in her favor.
Season 1 Piper Chapman will melt your heart, but in season 3 she turn into this she-devil and become one of the least favorable character on the show.

Ketika gue memulai season 1 Orange is The New Black,  Piper Chapman is hillarious and brilliant in her own way. Taylor Schilling got her first emmy nominee because she deserved it.
Drama dimulai ketika Piper mengetahui jika mantan kekasihnya, femme-fatale Alex Vause juga berada di penjara yang sama dengan nya. Piper terjebak dengan kehidupan nya di dalam dan di luar penjara. Di dalam penjara, ada mantan kekasih, yang pernah sangat dicintai nya. Di luar penjara, ada tunangan yang bersama dengan nya selama 3 tahun terakhir.

Piper takes a long time to discover that this journey is meant to teach her to have courage to be who she really is. And between that, she's a one-woman freakshow.
Yang gue sangat suka dari performa Taylor schilling sebagai Piper adalah Diantara masalah masalah yang dihadapi nya di penjara, ia tetap berusaha untuk survive dan terlalu keras kepala untuk  gagal, as if to remind us every time we start to lose faith in her that she's worth cheering for after all.

Seperti yang pernah dikatakan Piper ( S1E11 ), jika berada di penjara, kau tidak bisa melarikan diri, kau dibatasi 4 sisi dinding dan dipaksa untuk berhadapan dengan dirimu yang sesungguhnya dan menghidupkan sisi sisi dari dirimu yang selama ini kau hindari.
In many ways Piper's just surviving, and her behavior changes as her situation changes.
Itu sebenarnya adalah insting alami Piper yang sesungguhnya. Beside, semua karakter dalam serial ini begitu kompleks, salah satu alasan kenapa serial ini begitu menarik. Incredibly good and addictive.

Di season 1, hubungan  Piper dan Alex masih terbungkus kebohongan, karena Piper tidak tahu jika Alex lah yang  membuat nya masuk ke penjara hingga di episode 11.
Di masa lalu mereka, awalnya, Alex lebih kuat dan mempunyai kontrol atas hubungan mereka, tapi di akhir masa hubungan mereka, Piper did. Season 2 dan season 3 adalah serangkaian bukti bagaimana mereka bisa menyakiti satu sama lain.
Ketika Piper mengakhiri hubungan mereka 10 tahun yang lalu, hal tersebut sangat melukai Alex. She ripped her out. Piper sangat mencintai Alex, tapi gaya hidup Alex dan pekerjaan nya semakin tidak bisa dihandle Piper, jadi ia mencampakkan Alex. Piper bisa menjadi sangat egois, yang kemudian akan kita pelajari di setiap season nya.

Dan bertahun tahun kemudian, kembali reuni di penjara - yang satunya sudah bertunangan dan keduanya penuh dengan emotional baggage dikarenakan sejarah hubungan mereka di masa lalu.
Dan seakan tidak dibatasi waktu, daya tarik magnet yang antara mereka, chemistry yang ada masih seperti yang dulu, as great as ever.

They know how wonderful each could be ,And they are still drawn to each other. Piper found someone in Alex, a person that sort of fundamentally, that love that fundamentally change you. And once they experienced that, it never goes away.
Dan itulah yang memisahkan sosok Alex dari setiap hubungan romantic lain nya yang pernah Piper jalani.
Andaikan saja Piper menyadari jika Alex adalah satu satu nya orang yang bisa melihat diri Piper yang sesungguhnya dan tetap mencintai nya.
 Kita berpikir jika Piper adalah sosok yang innocent, tapi sebenarnya tidak. Season 3 ( season 2 juga ) membuka lembar demi lembar sosok Piper yang tidak banyak kita lihat di season 1. And that’s what’s really cool about this show is that things that you think are happening

Gw pikir, apa yang dilakukan Jenji Kohan dan para scriptwriter nya terhadap sosok Piper adalah membingungkan sekaligus brilliant. Gw pikir bahkan mereka sebenarnya tidak pernah secara sengaja/sadar membuat Piper sebagai sosok yang likeable, mereka hanya menulis karakter nya apa ada nya, dan Taylor juga secara brilliant bisa membawakan sosok Piper dengan apa ada nya.  Sosok "penipu" dalam diri Piper ada dalam setiap manusia lain nya, dan instead hanya memainkan satu sisi dari Piper, mereka memutuskan untuk mengeksplorasi semua sisi dari Piper, good side, bad side.
And honestly, prison is one of those places that can reveal sides to people that they didn't know existed or that they didn't ever want to reveal themselves.

Dan itu secara eksplisit 'dibongkar' di season 2 dan 3, yaitu ketika Piper terlihat secara perlahan ia berubah menjadi Alex, dan Alex tidak bisa menghandle hal tersebut. ( I don't like this version of you - Alex , S3E12 ) .
In twisted way buat gue, ada sesuatu yang romantis tentang Piper yang mencoba menjadi orang yang selalu dikagumi nya, Alex.
I think she became the idealized version of Alex she had in her mind. The reality as we saw from the flashbacks was different. And in prison, Alex was even worse.

Piper sedang mencoba menjadi kepribadian yang lebih keras, licik dan tegaan untuk bertahan di penjara.  Sebenarnya, Piper selalu lebih kuat dan tangguh dari yang sebenarnya kita lihat. Mungkin Piper tidak terlalu berpengalaman mengetahui keras nya dunia luar, you know,  ia melalui fase family - college - Alex. She was in her safe nest untill with Alex. Tapi ketika ia meninggalkan Alex di Paris, hal tersebut menjadi pelajaran yang sangat penting untuk Piper, for her own well being.
Itu mungkin bukan tindakan yang mengagumkan ( meninggalkan kekasih mu di saat ia membutuhkan mu ), tapi tetap membutuhkan tekad dan kekuatan. Alex adalah seluruh hidupnya selama 2/3 tahun mereka bersama. Alex on the other side, would never have had the strenght to do that. Alex menghabiskan seluruh hidupnya mencoba berpura pura menjadi lebih kuat dari dirinya sesungguh nya untuk menjaga diri sendiri dari dibully/disakiti. Sedangkan Piper sebaliknya, ia menghabiskan hidupnya berpura pura seperti wanita lemah daripada dirinya sesungguh nya agar ia sesuai dengan image nice blonde lady and the perfect little daughter and sister.

Piper tidak pernah melihat dirinya sendiri sebagai sosok yang kuat dan tangguh. Dan dia selalu melihat sosok Alex sebagai sosok wanita yang lebih kuat, tangguh dan tidak mudah disakiti. Itulah kenapa analogi kecoa ( S3E2 ; Bug Beds ) yang dikatakan nya kepada Alex, sebenarnya merupakan bentuk pujian untuk sosok Piper sendiri ( tanpa disadari nya ), dan sebaliknya, malah insulting untuk Alex ( Season 3 ). Kemampuan untuk bertahan terhadap segala hal seperti kecoa merupakan insting alami dari Piper dan dia perlahan berubah tanpa menyadari hal tersebut. Dan itu merupakan hal yang asing untuk Alex. Dan ketika Alex tidak lagi menjadi sosok "kecoa" yang tangguh dan kuat tersebut, salah satu diantara mereka harus maju menggantikan nya

Bahkan perlakuan Piper kepada Stella sangat mirip dengan cara Alex memperlakukan para kurir narkotika nya ( per their conversation ). Gue berani bertaruh jika Alex tidak pernah sekalipun selingkuh dari Piper bersama satupun diantara mereka. Dan gue berani bertaruh juga jika Piper berpikir jika Alex selalu melakukan nya.

Coba perhatikan track record Piper selama di penjara. Heally berkata jika ia tidak bisa membuka lapangan lari tersebut untuk nya, dan Piper, dengan kemampuan nya memanipulasi keadaan dan CO Fisher, she gets it reopened. Fig berpikir ia bisa memindahkan Piper ke penjara lain untuk menjauhkan wartawan yang mengincar nya. Well, karena berkat Piper juga berikut nya, Fig loses her job. Flaca dan Stella berpikiri jika mereka bisa dengan mudah melangkahi Piper, they both end up burnt. And for Stella, buat gw karakter ini hanya cheap version of Alex.
Orang orang ini, yang selalu meng underestimate diri Piper karena melihat dirinya sebagai sosok yang lemah. They all end up fucked because she's the epitome of a survivor.  Sedangkan Alex, yang terlihat jauh lebih tangguh, mudah dilemahkan oleh kekecewaan nya sendiri ( season 3 ).


One thing for sure, Piper still cared for Alex . a lot. Semua tahap tahap awal nya merencanakan bisnis tersebut adalah bersama Alex, bukan hanya karena ia ingin bersama dengan nya, tapi ia juga menginginkan ijin dari Alex sendiri. Jika Alex dari awal mengatakan jika hal tersebut merupakan ide yang buruk, Piper tidak akan pernah meneruskan rencana nya. Persetujuan dan dukungan dari Alex sangat berarti bagi nya, bahkan setelah ia menjalin hubungan dengan Stella, dia masih mencari Alex dan mengabarkan perkembangan yang ada. Bahkan ketika di episode ketika mereka berpisah, ia masih berkata jika semua biaya yang muncul akan diambil dari " our account" ( berarti dia masih melihat semua profit yang ada adalah bagian mereka berdua ). Kemudian,  Ketika Alex menunjukkan betapa khawatir nya ia dan rentan nya Piper karena Stella, Piper dumped Stella.

She was behaving terribly. But she never stopped caring.

We all hate Piper Chapman in the end of season 3, and Taylor Schilling plays the most unlikable parts of Piper's personality, and delivered every single line like it was nothing. She's great and solid actress.
Let's hope in upcoming season 4, Piper will get her head up from her ass and start realizing how dangerous her position.

See you in season 4 next June !! ^_^
and yeah, i'm Vauseman fans hahaha..

1 comment: