Thursday, December 24, 2015

Un Conte de Noël ( A Christmas Tale ), 2008

Cast : Catherine Deneuve, Jean-Paul Roussillon, Mathieu Amalric
Writer : Arnaud Desplechin
Director : Arnaud Desplechin
****

 

Setiap sutradara membutuhkan setidaknya keberanian dalam membuat sebuah film, dan Arnaud Desplechin memiliki banyak keberanian tersebut. Dengan filmnya, A Christmas Tale, dia dengan berani mengambil unsur dan formula formula yang bisa kita anggap ‘basi’, dengan harapan bisa kembali menyegarkan nya. Dan dia berhasil. Dia juga dengan berani mengambil resiko memberi judul yang klise pada filmnya, tampaknya dia yakin bahwa hal itu akan terlihat ironis. Eventually it even transcends irony.

Lahir di Roubaix, sebuah kota industri di utara Perancis, Desplechin, dengan rekan penulis nya Emmanuel Bourdieu, memulai ceritanya disini.
Pola sangat familiar dengan kita : keluarga besar berkumpul. We start with death and love. Joseph, anak pertama dari Abel dan istrinya, Junon ( Jean-Paul Roussillon and Catherine Deneuve), meninggal karena leukimia di usia nya yang masih muda, 6 tahun. Pasangan suami istri yang sangat terlihat saling mencintai ini, mengatasi duka mereka dengan cara memiliki 3 anak lagi yang semuanya tumbuh besar menjadi orang dewasa yang sangat talenta tapi memiliki pribadi yang rapuh.

Sekarang, di masa tua nya, Junon juga menderita kanker yang sama, dan dengan harapan untuk tetap hidup adalah dengan cara transplatasi sumsung tulang dari donor yang kompatibel, yaitu anak anak nya. Jadi ketika mendekati Natal, di dalam rumah orang tua mereka, di tengah kado kado yang tersebar, terdapat hasil tes darah mereka.

Says the matriarch with characteristically cold sarcasm: "Thanks to my disease, we're being reunited." :D

 Itu adalah metafora yang jelas berjalan sepanjang film. Satu warisan genetik, penyakit dan hal lain nya, yang bisa mengikat kita bersama sama, atau bisa memisahkan kita, bahkan kadang hal itu terjadi secara bersamaan. Sebagai contoh, dua saudara kandung tertua belum berbicara dengan satu sama lain dalam lima tahun. Anak pertama, seorang penulis drama sukses, Elizabeth (Anne Consigny) adalah seseorang yang melankolis dan depresif; Sebaliknya, Henri, produser teater (Mathieu Amalric), adalah seseorang yang manic ketika mabuk. Adik mereka, Ivan (Melvil Poupaud), semenjak ia dewasa sering menjadi peran perantara untuk dua kakak nya.

I tell you all this, and still I haven’t gotten past the movie’s prologue. :D

Membutuhkan lebih dari setengah jam sampai semuanya bisa berkumpul, dan baru A Christmas Tale mengungkapkan “isi” filmnya yang ekspansif dalam skema naratif, kompak dan tepat pada intinya. This being the French version of the scenario. Sangat eksentrik, cerdas dengan kilas baliknya, adegan adegan yang diam, dan dengan pilihan musik yang bizzare. The main change is, karakter karakter di film ini tidak menjelaskan kenapa mereka mencintai satu sama lain, tapi lebih ke sibuk mendebatkan kenapa mereka tidak saling mencintai.


Ini adalah film really really well made dengan deretan cast yang mengesankan. Tapi, dengan durasi nya yang sangat panjang ( 2.5 jam ), walau tetap menarik, tidak semua konflik di film ini mendapatkan penyelesaian nya. Ini mengingatkan saya dengan film The Family Stone, tapi untuk versi Prancis, dengan karakter karakter yang kurang menyenangkan :D Karakter karakter di film ini sangat tidak sempurna dan membutuhkan energi yang lebih untuk mencoba dan memahami mereka.

Film ini tidak untuk semua orang. Jika kalian menganggap Magnolia sudah sangat pretensius, maka kau akan sangat membenci film ini dari awal, karena dari menit pertama film dimulai, sama sekali tidak mencoba untuk perlahan dengan tempo manik nya. Yang membuat saya benar benar menikmati film ini adalah dari sisi akting dan skenario nya yang brilian. Which i think are some the best i have seen this year. Performa para cast nya sangat baik dan masing masing dari mereka memberikan penampilan yang luar biasa. Ini seperti versi lain dari film Nick Cassavettes, tapi lebih bergaya dan mungkin merupakan salah satu keluarga paling disfungsional yang pernah ada di sebuah film.

Again, not for everyone, but I liked it a lot and thought the ending was beautiful. Happy Christmas, everyone !!

****

December, 24th, 2015

No comments:

Post a Comment